Kamis, 17 November 2011

Karya Ilmiah Maraknya Pengguna Situs Jejaring Sosial (Facebook)

Karya Ilmiah
Maraknya Pengguna Situs Jejaring Sosial (Facebook)











Kata Pengantar
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT. Berkat limpahan karunia-Nya, saya dapat menyelesaikan penulisan karya ilmiah ini tepat waktu. Saya tetap menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan dan pengalaman saya yang cukup dangkal dan terbatas. Kendala ini dapat diatasi karena tidak sedikit perhatian dan bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak yang telah membantu penyelesaiannya. Untuk itu saya merasa mempunyai hutang budi yang tidak terhingga, dan dalam kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya dan dari lubuk hati yang paling dalam kepada :
1. Orang tua dan keluarga saya yang telah memberikan dukungan dan perhatian kepada saya.
2. Teman-teman, yang telah membantu saya dalam menjawab angket yang diperlukan untuk penulisan  karya ilmiah
3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu, telah banyak membantu kami dalam penulisan karya tulis.
Saya berharap karya tulis ini dapat menambah wawasan masyarakat, khususnya para pelajar, tentang arti situs jejaring sosial Facebook terhadap kehidupan sosial remaja.
Terakhir, saya tetap terbuka untuk menerima segala bentuk kritikan dan perbaikan. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan ridho, taufiq, dan karuniaNya kepada kita semua.







BAB I
1.1. Pendahuluan
Latar Belakang Penelitian Dalam era globalisasi saat ini pengaruh internet sangat tak terkendalikan lagi. Penggunanya pun bukan lagi hanya sekedar dari kalangan orang dewasa saja, melainkan sudah merembah pada kalangan anak - anak kecil setingkat SD. Penggunaannya pun bervariasi mulai dari chatting, browsing, searching, dll.
Dari hasil survei menyatakan bahwa penggunaan internet untuk pertemanan (31%), mencari informasi (27%), dan membaca berita (15%). Hal ini membuktikan bahwa situs pertemanan atau yang biasa dikenal sebagai situs jejaring sosial banyak diminati oleh para pengguna internet. Dengan situs jejaring sosial kita dapat menjalin sebuah pertemanan dan berkomunikasi dengan lebih dari satu orang yang berada tidak hanya di daerah yang sama melainkan diberbagai penjuru dunia. Bukan hanya itu, kita juga dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita karena banyak berita update atau terbaru yang dapat kita peroleh secara cuma - cuma disana. Manfaat situs jejaring sosial ini dapat dipandang dari sisi positif dan sisi negatif, tergantung siapa yang menggunakannya dan untuk apa digunakannya.
Facebook adalah jejaring sosial dimana pengikut terbanyak adalah kalangan remaja. Facebook adalah sesuatu yang MENGAGUMKAN “ kata seorang anak laki-laki berusia lima belas tahun yang dikutip dalam Teenage Life Online, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pew Internet dan American Life Project.
Menggunakan facebook telah menjadi bagian lazim, sebuah kajian tahun 2009 yang dilakukan oleh Harris Interactive and Teenage Reasearh Unlimited mengemukakan bahwa anak muda berusia 13-24 tahun menghabiskan lebih banyak menghabiskan waktu online setiap minggu di bandingkan menonton televisi, rata-rata 17 banding 14 jam.” Badan Pengamat Tekhnologi (Suwarno:2009) juga mengemukakan Indonesia merupakan negara terbesar ke-3 pengguna facebook terbanyak.
Saat ini facebook sangat berpengaruh pada kehidupan sosial remaja, ditandai dengan anggapan bahwa remaja yang mempunyai facebook adalah remaja gaul. Seiring dengan perkembangan tekhnologi facebook dapat diakses kapanpun dimanapun. Akhir-akhir ini Badan Pengamat Tekhnologi Indonesia(Suwarno:2009) juga mengemukakan bahwa 40% remaja mengakses facebook saat pelajaran berlangsung, ini menandakan bahwa mereka lebih sering online daripada mendengarkan pelajaran yang diterangkan guru mereka, oleh karena itu saat ini antara facebook dengan remaja merupakan suatu hubungan yang tak dapat di pisahkan, padahal akhir-akhir ini banyak kejadian-kejadian yang penyebabnya juga karena facebook.Hal seperti ini harus segera dicari jalan keluar yang terbaik agar para remaja tidak telalu larut dalam kemajuan tekhnologi yang ada.Sehingga para remaja nantinya bisa memilah dengan baik antara waktu belajar mereka dengan waktu online sehingga mereka tidak menyesal dikemudian hari.

1.2. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah yang diangkat dalam karya tulis ini adalah :
Bagaimana pengaruh situs jejaring sosial terhadap kehidupan masyarakat ? 
a)Apa itu Facebook ?
b)apa keuntungan dan kerugian Facebook?
c)adakah pengaruh facebook pada mahasiswa?
d) pakah dampak facebook bagi sikap para remaja?
f)Sejauh mana pengaruh facebook terhadap kehidupan sosial remaja?
g) Faktor apa yang membuat facebook sering diakses oleh remaja?
h)Bagaimana cara paling tepat untuk kalangan remaja agar dapat menggunakan facebook?
1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian
1.Mengetahui seberapa besar pengaruh situs jejaring sosial terhadap kehidupan masyarakat.
2. Memberikan informasi pada masyarakat tentang situs jejaring social.
3. Untuk mengetahui apa itu facebook.
4. Untuk mengetahui dampak positif facebook bagi sikap para remaja.
5. Untuk mengetahui pengaruh facebook terhadap kehidupan para remaja.
6. Untuk mengetahui faktor yang membuat facebook sering diakses oleh remaja.
7. Mengetahui cara paling tepat untuk kalangan remaja agar dapat menggunakan facebook secara     konsekuen.
8. Memenuhi tugas Soft Skill karya ilmiah tentang fenomena social di masyarakat

1.4. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam karya tulis ini adalah metode kepustakaan yakni metode mengambil data dari bahan pustaka di perpustakaan atau internet, serta metode observasi yakni metode mengambil data dengan cara survei atau melalui panca indra.

BAB II
ISI
2.1. Landasan Teori
Sejarah Internet
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Perkembangan Situs Jejaring Sosial
Situs jejaring sosial diawali oleh Classmates.com pada tahun 1995 yang berfokus pada hubungan antar mantan teman sekolah dan SixDegrees.com pada tahun 1997 yang membuat ikatan tidak langsung. Dua model berbeda dari jejaring sosial yang lahir sekitar pada tahun 1999 adalah berbasiskan kepercayaan yang dikembangkan oleh Epinions.com, dan jejaring sosial yang berbasiskan pertemanan seperti yang dikembangkan oleh Uskup Jonathan yang kemudian dipakai pada beberapa situs UK regional di antara 1999 dan 2001. Inovasi meliputi tidak hanya memperlihatkan siapa berteman dengan siapa, tetapi memberikan pengguna kontrol yang lebih akan isi dan hubungan. Pada tahun 2005, suatu layanan jejaring sosial MySpace, dilaporkan lebih banyak diakses dibandingkan Google dengan Facebook, pesaing yang tumbuh dengan cepat.
Jejaring sosial mulai menjadi bagian dari strategi internet bisnis sekitar tahun 2005 ketika Yahoo meluncurkan Yahoo! 360°. Pada bulan juli 2005 News Corporation membeli MySpace, diikuti oleh ITV (UK) membeli Friends Reunited pada Desember 2005. Diperkirakan ada lebih dari 200 situs jejaring sosial menggunakan model jejaring sosial ini.
Pengertian Facebook
Facebook adalah situs web jaringan sosial yang di luncurkan pada 4 Februari 2004 dan di dirikan oleh Mark Zukerberg. 
 Facebook didirikan oleh alumni mahasiswa harvard university1) yang bernama Mark Zuckerberg, asal Facebook ini sebenarnya merupakan aplikasi yang dibuat mark yang bertujuan untuk komunikasi antara mahasiswa harvard, dan ternyata dalam waktu dua minggu setelah Facebook diluncurkan, hampir separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. dan Tak hanya itu, beberapa kampus lain seperti yale,  stanford dan kampus terdekat pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan Facebook
                                                                                                            
Sejarah facebook
Facebook adalah situs web jaringan sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg,
Facebook adalah situs web jaringan sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti .edu, .ac.uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs ini.
Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan dengan alamat surat apa pun dapat mendaftar di Facebook.[2] Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah tingkat atas, tempat kerja, atau wilayah geografis.
Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia.[3] Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi,[4] dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.(Wikipedia.com/google.com)

2.1. Keuntungan dan kerugian menggunakan Facebook
Keuntungan:
a)Facebook menjadi sarana pembentukan identitas.
b)Para pengguna Facebook mengatakan  jejaring ini sebagai tempat dimana seseorang dapat menjadi dirinya sendiri dan bebas berkomunikasi dengan teman dekat, ibu, bapak, saudara, pacar, teman bisnis, atau jejaring yang lebih luas.
c)Pengguna dapat berbagi foto diri dan teman-teman, video, dan membangun komunitas maya, termasuk menggalang kepedulian.
d)layout yang sangat baik walaupun ada beberapa menu yang posisinya tidak gampang ditemukan.
e)tanpa banner ataupun iklan gambar yang mencolok.
f)Jaringan, pada awal pembuatan account kita disuruh memilih jaringan utam kita berdasarkan negara.
k)Status update, kita bisa mengisi status kita sedang apa saja. Misalnya lagi dirumah, trus pergi kuliah, semua itu bisa diupdate dan bisa dilihat oleh pengguna lain.
l) Mobile access, fitur yang sangat mobile.
m)Mobile Browsing, bisa mengakses website Facebook langsung dari handphone kamu.
n)Anti Fake account and Spam, Facebook memiliki fitur yang mantap mencegah account palsu dan spam.
o)Tag Photo dengan fitur ini, maka saat foto bersama, sesama pengguna Facebook bisa “tagging” atau menandai orang lain yang ada dalam foto tersebut, dan akan terkirim ke Facebook orang yang di tag.
p)Banyak game bagus yang bisa langsung dimainin di Facebook langsung.

Kerugian :
a)Individualistik. Orang tidak bijak memanfaatkan Facebook akan terkurung dalam narsisme individual  dan terisolasi dari dunia nyata.
b)Relasi sosial di Facebook hanyalah sebuah ilusi.
c)Orang yang kecanduan membangun pertemanan lewat internet tanpa disertai pertemuan fisik dengan orang tersebut akan kehilangan pijakan dengan dunia nyata.
d)Mengurangi waktu efektif anda karena anda bisa bermain Facebook selama berjam-jam
e)Pornografi, Facebook sangat memungkinkan untuk penyebaran foto-foto yang berbau pornografi
f)Menghabiskan uang anda, karena saat di warnet dan bermain Facebook, tak terasa anda telah menggunakan banyak uang anda.
g)Tugas sekolah terbengkalai bagi pelajar.
h)Pekerjaan terbengkalai.
i)Pada saat sign up terkadang membingungkan para pengguna yang awam

Contoh – contoh penyalahgunaan Facebook
  1. Penyebaran foto-foto yang tidak sopan
  1. perceraian
Karena dapat berteman dan berkomunikasi secara bebas, situs pertemanan seperti Facebook dapat menimbulkan kecemburuan dan perselingkuhan.
  1. Menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk membedakan hal nyata dan tidak nyata, yaitu gejala penyakit neurotik skizofrenia
  2. Membuat seseorang menjadi ingin tahu urusan orang lain
  3. Beredar banyak kata-kata kasar
  4. Pamer
  5. Sering dijadikan ajang untuk membicarakan narkoba dan seks.
Dari sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan asal University of Washington, terungkap kalau 54 persen remaja yang tergabung di Facebook dan Myspace, sering membicarakan hal yang sensitif seperti narkoba dan seks di forum ini.
8. Menyebabkan gejala kenarsisan.
Para peneliti mengatakan bahwa jumlah pesan dan postingan di halaman 130 pengguna Facebook sangat berkorelasi dengan seberapa narsisnya mereka. Pimpinan studi Laura Buffardi Ph.D, mengatakan bahwa ini setara dengan seberapa narsisnya mereka di dunia nyata. Orang yang narsis di Facebook bisa ditandai dengan tampilan yang glamour pada foto diri utama mereka.
Di studi terdulu, ilmuwan menemukan bahwa halaman personal Web sangat popular di kalangan kaum narsis, namun bukan berarti semua pengguna Facebook adalah narsis. Ditemukan, bahwa orang narsis bisa jadi terlihat sangat menarik, tapi mereka biasanya merasa lebih hebat dari rang lain. Mereka suka melukai orang lain di sekitarnya.




2.3 Dampak Facebook
Dampak negatif facebook pada remaja, pelajar dan anak anak. Dampak negatif facebook semakin hari semakin terasa, meskipun para facebookers banyak yang tidak menyadari akan pengaruh negati facebook ini. Mungkin karena sudah kecanduan dengan yang namanya facebook. Tapi justru inilah yang berbahaya, yang tidak disadari.Buat kamu para remaja dan pelajar serta anak anak, kamu harus tahu apa saja dampak negatif dari facebook. Karena pengguna facebook di dominasi oleh para remaja usia 14-24 tahun sebanyak 61,1%.
Ini adalah sepuluh dampak facebook:
1.  Tidak peduli dengan sekitarnya
Orang yang sudah kecanduan facebook terlalu asyik dengan dunianya sendiri (dunia yang               diciptakannya) sehingga tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang telah kecanduan facebook sering mengalami hal ini.

2. Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan
 Ini dampak dari terlalu sering dan terlalu lama bermain facebook. Ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial remaja. Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu lebih banyak di dunia maya bersama teman-teman facebooknya yang rata rata membahas sesuatu yang tidak penting. Akibatnya kemampuan verbal si anak menurun. Tentu yang dimaksud autis di sini bukan dalam arti yang sebenarnya.

3. Menghamburkan uang
Akses internet untuk membuka facebook jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan (terlebih kalau akses dari warnet). Dan biaya internet di Indonesia yang cenderung masih mahal bila dibanding negara negara lain (mereka sudah banyak yg gratis). Ini sudah bisa dikategorikan sebagai pemborosan, karena tidak produktif. Lain soal jika mereka menggunakannya untuk kepentingan bisnis.


4. Mengganggu kesehatan
Terlalu banyak nongkrong di depan monitor tanpa melakukan kegiatan apa pun, tidak pernah olah raga sangat beresiko bagi kesehatan. Penyakit akan mudah datang. Telat makan dan tidur tidak teratur. Obesitas (kegemukan), penyakit lambung (pencernaan), dan penyakit mata adalah gangguan kesehatan yang paling mungkin terjadi.

5. Berkurangnya waktu belajar
Ini sudah jelas, terlalu lama bermain facebook akan mengurangi jatah waktu belajar si anak sebagai pelajar. Bahkan ada beberapa yang masih asyik bermain facebook saat di sekolah.

6. Kurangnya perhatian untuk keluarga
Keluarga di rumah adalah nomor satu. Slogan tersebut tidak lagi berlaku bagi para facebookers. Buat mereka temen temen di facebook adalah nomor satu. Tidak jarang perhatian mereka terhadap keluarga menjadi berkurang.

7. Tersebarnya data pribadi
Beberapa facebookers memberikan data-data mengenai dirinya dengan sangat detail. Biasanya ini untuk orang yang baru kenal internet hanya sebatas facebook saja. Mereka tidak tahu resikonya menyebarkan data pribadi di internet. Ingat data data di internet mudah sekali bocor, apalagi facebook yang gampang sekali di hack!

8. Mudah menemukan sesuatu berbau pornografi dan sex
Mudah sekali bagi para facebookers menemukan sesuatu yang berbau porno dan. Karena kedua hal itu yang paling banyak dicari di internet dan juga paling mudah ditemukan. nah, inilah fakta tidak dewasanya pengguna intenet Indonesia. Hanya menggunakan internet untuk mencari konten "berlendir". Di facebook akan sangat mudah menemukan grup sex, grup tante kesepian, grup cewek bispak dsb.

9. Rawan terjadinya perselisihan
Tidak adanya kontrol dari pengelola facebook terhadap para anggotanya dan ketidak dewasaan pengguna facebook itu sendiri membuat pergesekan antar facebookers sering sekali terjadi.

10. Sering terjadi penipuan
Seperti media media lainnya, facebook juga rawan terhadap penipuan. Apalagi bagi anak anak yang kurang mengerti tentang seluk beluk dunia internet. Bagi si penipu sendiri, kondisi dunia maya yang serba anonim jelas sangat menguntungkan.

2.4. Faktor Mengapa Facebook Sering di Akses Remaja
Menurut Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Informatika (STMIK TIME) Edi Wijaya*, dalam bukunya yang berjudul remaja dan media halaman 9, baik buruknya menggunakan Facebok itu tergantung orangnya.
"Jika dia menggunakan untuk hal-hal kurang bermanfaat, maka yang rugi dirinya sendiri karena telah menyalah. Sebaliknya Facebook itu bisa bermanfaat bila mencari hal positifnya," ujar Edi Wijaya.
Menurut penelitiannya, factor yang mempengaruhi mengapa facebook sering di akses oleh remaja 45% dikarenakan remaja merasa terhibur, 27% mengatakan mereka lebih mudah mendapatkan teman dan tidak kesepian lagi akibat mereka susah bersosialisasi, 20% mengatakan untuk bermain game yang ada di facebook, sedangkan 8% hanya karena ada tugas.
Sebagai orang muda, kata Edi, Facebook itu bisa juga memberikan "kelonggaran" bagi orang-orang yang bekerja untuk mengendorkan urat-urat syarafnya setelah habis bekerja. Selain itu, juga bisa mendapatkan ilmu karena di situs itu juga terdapat blok-blok tentang ilmu pengetahuan.(Edi Wijaya,Remaja dan Media(Bandung: Pakar Raya, 2010))

2.5. Cara Paling Tepat Untuk Menggunakan Facebook Secara Konsekuen
Sudah menjadi pemandangan biasa, dimana-mana orang memegang handphone atau membuka notebook untuk mengakses account facebooknya. Beberapa orang bahkan mengaksesnya hanya untuk memainkan permainan yang terkadang bisa menghabiskan waktu berjam-jam lamanya.

Apalagi penggunaan facebook ketika jam sekolah dapat mengganggu konsentrasi terhadap kewajiban untuk menuntut ilmu. Ketika di sekolah, tentunya setiap siswa akan bertemu dengan teman-temannya secara langsung, sehingga penggunaan facebook seharusnya tidak diperlukan. Dampak dari penggunaan yang berlebihan tersebut tidak akan dirasakan langsung, tapi terakumulasi, sehingga ketika muncul hanya ada penyesalan. Kami mengalami hal tersebut walaupun bersumber dari masalah yang berbeda. Menggunakan facebook adalah hal yang diperbolehkan selama itu tidak merusak diri kita sendiri. Sudah saatnya kita sebagai para pelajar menyadari bahwa kewajiban utamanya adalah belajar dan sebaiknya kegiatan tersebut tidak terganggu oleh kegiatan lainnya.

BAB III
Metode Pengembangan
3.1 Prosedur Pengembangan
1. Populasi
Populasi dan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 1994:5).
Dengan demikian populasi merupakan keseluruhan objek yang diteliti. Dalam penelitian ini, populasi terdiri dari siswa/i SMA

3.2 Sampel
Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam suatu wilayah penelitian, maka penelitiannya adalah penelitian populasi. Tetapi apabila yang hendak diteliti hanya sebahagian dari populasi, maka penelitiannya disebut penelitian sampel.
Sugiyono (1994:7) menyatakan bahwa sampel adalah sebahagian dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Hadi (Narbuko dan Ahmadi, 1991:107) sampel adalah sebagian individu yang diselidiki dari kesuluruhan individu penelitian.
Dalam penelitian ini, sampel terdiri dari 36 orang siswa kelas X8

3 Jenis Data
Menurut Lofland (1984:47) sumber data yang pertama dalam penelitian adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan.
Dan dalam penelitian kami, jenis data yang kami gunakan adalah random.

4. Instrumen Pengumpulan Data
Dalam penulisan karya ilmiah kami, instrumen yang kami gunakan untuk mengadakan penelitian adalah angket.
Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban (Depdikbud:1975)

Waktu saya SMA saya bersama teman-teman saya mengadakan survey kepada 577 373 siswa/i dengan cara memberikan sejumlah pertanyaan sebagai berikut:
(berilah tanda (√) YA  (X) TIDAK yang menjadi jawaban anda!)
1. Apakah anda tahu internet?
2. Apakah anda sering mengakses internet?
3. Apakah anda memiliki email?
4. Apakah anda tahu kepanjangan email?
5. Apakah anda memiliki email lebih dari satu?
6. Apakah anda tahu apa itu facebook?
7. Apakah anda tahu sejarah facebook?
8. Apakah anda memiliki facebook?
9. Apakah anda memiliki facebook lebih dari satu?
10. Apakah anda membuat facebook sendiri?
11. Apakah menurut anda facebook itu penting?
12. Apakah anda sering mengakses facebook?
13. Apakah anda sering mengakses facebook saat pelajaran?
14. Apakah anda mengakses facebook menggunakan handphone?
15. Apakah anda memiliki facebook karena paksaan dari teman?
16. Apakah anda merasa terhibur saat mengakses facebook?
17. Apakah menurut anda facebook itu di buat untuk kepentingan sendiri?
18. Apakah anda membuat facebook untuk mengirim tugas?
19. Apakah orangtuamu tahu kalau anda memiliki facebook?
20. Apakah orangtuamu mengizinkan anda memiliki facebook?
21. Apakah facebook anda dibuatkan rekan anda?
22. Apakah anda mengerti manfaat facebook?
23. Apakah anda pernah merasa facebook mengganggu waktu belajar anda?
24. Apakah waktu mengakses facebook anda, lebih lama dari waktu belajar anda?
25. Apakah anda pernah merasa dicuekkan oleh teman anda, ketika teman anda mengakses facebook?

1. Analisis Data
Data hasil penyebaran angket yang kami lakukan hasilnya menyatakan sebagai berikut:

Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa siswa SMA mengetahui sebagai berikut:
1. 100% siswa/i SMA, mengetahui apa itu internet.
2. 88,9% siswa/i SMA, sering mengakses internet
3. 100% siswa/i SMA, memiliki email
4. 75% siswa/i , mereka mengetahui kepanjangan dari email
5. 58,3% siswa/I , memiliki email lebih dari satu
6. 86,1% siswa/I , mengetahui apa itu facebook
7. 33,3% siswa/i, mereka mengetahui sejarah facebook
8. 91,7% siswa/i, mereka menjawab memilki facebook
9. 30,6% siswa/i, mereka memiliki facebook lebih dari Satu
10. 72,2% siswa/i, mereka membuat facebook sendiri
11. 72,2% siswa/i, mereka mengatakan facebook penting bagi mereka
12. 75% siswa/i, sering mengakses facebook
13. 50% siswa/i, mereka sering mengakses facebook saat pelajaran
14. 52,8% siswa/i, mereka mengakses facebook melalui handphone
15. 38,9% siswa/i, mereka memiliki facebook karena paksaan teman
16. 66,7% siswa/i, mereka merasa terhibur saat mengakses internet
17. 30,6% siswa/i, mereka beranggapan facebook dibuat untuk kepentingan sendiri
18. 38,9% siswa/i, mereka membuat facebook untuk kepantingan tugas
19. 88,9% siswa/i, orangtua mereka tahu kalau mereka mempunyai facebook
20. 69,4% siswa/i, orang tua mereka mengizinkan mereka memiliki facebook
21. 36,1% siswa/i, facebook dibuatkan oleh rekan mereka
22. 69,4 % siswa/i, mereka mengetahui manfaat facebook
23. 52,8% siswai, mereka merasa facebook sangat mengganggu waktu belajar mereka
24. 47,2% siswa SMA, mereka mengaku bahwa waktu mengakses facebook lebih lama dari waktu belajar mereka
25. 77,8% siswa SMA, mereka mengaku dicuekkan oleh teman mereka saat teman mereka mengakses facebook

JUMLAH 577 373
RATA-RATA 16,03 8,93 menjawab Ya .

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa, Siswa SMA mengikuti perkembangan tekhnologi yang ada terbukti dari hasil penelitian kami, yang menyatakan 100% siswa SMAN 1 Tumpang mengerti akan internet dan memiliki email. Sedangkan para pengguna facebook sebesar 91,7% itu berarti hanya sekitar 8,3% atau setara dengan 3 orang anak yang tidak memiliki facebook, itu merupakan bukti yang kuat tentang adanya hubungan antara remaja dan facebook. Data yang didapat oleh kami juga menggambarkan keadaan yang mengkhawatirkan yang terjadi saat ini di kalangan pelajar akibat penggunaan situs jejaring sosial yang berlebihan. Penggunaan facebook ketika jam sekolah dapat mengganggu konsentrasi terhadap kewajiban untuk menuntut ilmu. Ketika di sekolah, tentunya setiap siswa akan bertemu dengan teman-temannya secara langsung, sehingga penggunaan facebook seharusnya tidak diperlukan. Kami pernah mendengar wawancara dengan psikolog di televisi tentang akibat penggunaan facebook. Dalam wawancara itu, psikolog tersebut menyatakan bahwa penggunaan situs jejaring sosial yang berlebihan justru bisa menurunkan kemampuan bersosialisasi seseorang. Hal itu bisa terjadi karena kurangnya interaksi langsung dengan orang lain.
BAB IV
3.1. Analis dan Kesimpulan
Setelah saya melakukan analisis dan melakukan penelitian, saya dapat menyimpulkan jika
a)apa itu Facebook ?
facebook adalah suatu jejaring social yang mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan yang gunanya mempertemukan orang-orang di berlainan tempat.
b)apa keuntungan dan kerugian Facebook?
Ada beberapa kelebihan facebook yang cukup menguntungkan user nya. Yaitu dapat mempertemukan orang-orang yang jauh, lalu dengan keunggulan nya facebook dapat mempublikasikan apapun yang di inginkan.
Ternyata ada beberapa kerugian yang sepertinya tidak kita bayangkan sebelumnya. Seperti kerugian psikologis dan kerugian fisik.
c)adakah pengaruh facebook pada mahasiswa?
Ternyata setelah di lakukan penelitian, ada beberapa pengaruh facebook pada mahasiswa. Secara psikologis, beberapa mahasiswa menggunakan situs ini hingga berjam-jam sehingga melupakan waktu. Berkat “kontribusi” facebook, beberapa mahasiswa mengakui sering terlupa akan tugas kuliah. Bahkan ada yang merelakan waktu kuliah nya untuk bermain facebook alias membolos.
Secara fisik, banyak mahasiswa yang mengakui jika setelah mereka bermain di facebook selama berjam-jam dan rutin dalam sebulan, kondisi mata mereka menurun Karena terlalu lama di depan computer, mreka pun banyak yang kelelahan karena hanya duduk diam di depan computer.bahkan ada juga beberapa yang terjatuh sakit.
Ternyata faceboook merupakan jejaring sosial yang mana mempunyai banyak sekali dampak buruk terhadap kehidupan sosial remaja seperti, mengganggu jam belajar ,dari hasil penelitian yang kami dapat 50% remaja mengakses facebook saat jam pelajaran, membuat remaja kurang bersosialisasi dengan lingkungan itu disebabkan karena mereka terlalu larut dengan apa yang mereka lakukan, mengganggu kesehatan, karena semakin lama mereka mengakses facebook maka semakin lama juga mereka di depan monitor, yang mana itu sangat tidak baik untuk kesehatan mata selain itu mengganggu kesehatan lambung kita, orang yang keasyikan mengakses facebook akan lupa akan jam makannya sehingga pola makan mereka yang tidak teratur membuat gangguan pada lambung merekadan masih banyak dampak dari penggunaaan facebook secara belebihan.Melihat hal seperti ini harus dilakukan cara khusus yakni pembinaan kepada remaja SMAN 1 Tumpang agar mereka tidak terlarut dengan kemajuan yang ada sehingga konsentrasi belajar mereka meningkat dan menigkatkan prestasi belajar anda.

3.2. Saran
Saran kami bagi para remaja pengguna facebook untuk bisa menggunakan facebook secara konsekuen dengan cara mampu memilah waktu, antara waktu belajar dan waktu menggunakan facebook ,agar nantinya tidak menyesal di kemudan hari.Dan untuk diadakan pembinaan terhadap remaja agar nantinya mereka mengerti bagaimana dampak penggunaan facebook yang secara terus-menerus, hingga nantinya diharapkan mereka menyadari dan mengerti bahwa mereka adalah siswa yang kewajibannya adalah belajar.

DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia.com
Hernandez, Roger E.2007.The Gallup Youth Survey. Bandung: Pakar Raya .
Moleong, Lexy j.1989. Metodologi Penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Saukah, Ali.2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang: Universitas Negeri Malang.
Wijaya, Edi.2009. Remaja dan Media.Bandung: Pakar Raya
Zuhairi, Aminudin.2006.Tekhnik Menulis Karya
Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka.

Minggu, 13 November 2011

Shift Paradigm

Shift Paradigm
A Paradigm shift (or revolutionary science) is, according to Thomas Kuhn in his influential book The Structure of Scientific Revolutions (1962), a change in the basic assumptions, or paradigms, within the ruling theory of science. It is in contrast to his idea of normal science.

Pergeseran Paradigma (atau ilmu revolusioner) adalah, menurut Thomas Kuhn dalam bukunya yang mempengaruhinya “The Structure of Scientific Revolutions” (1962), perubahan dalam asumsi dasar, atau paradigma, dalam teori ilmu pengetahuan yang berkuasa. Hal ini berbeda dengan idenya ilmu pengetahuan normal.
Begitu saya melihat 2 kata yang diucapkan oleh dosen saya di kelas, saya langsung ingin bertemu google dan penasaran ingin mencari arti kata tersebut. Shift Paradigm, kata yang terlihat sangat ilmiah ini sebenenarnya adalah berarti Pergeseran Paradigma. Atau bahasa yang lebih mudahnya pergeseran pemahaman hidup menurut saya. Pemahaman adalah segala sesuatu yang lebih dari sekedar diketahui. Suatu pemahaman adalah segala sesuatu yang telah kita lihat dan pelajari lalu kita aplikasikan, dan hidup adalah sebuah kesempatan untuk mencapai tujuan yang luar biasa. Bagaimana dengan definisi pergeseran? pergeseran adalah perubahan, bukan sebuah tapi semua perubahan atau perpindahan, baik ke arah positif maupun negatif. Jadi pergeseran pemahaman hidup adalah perubahan dari segala sesuatu yang kita pahami dan aplikasikan dalam kesempatan mencapai tujuan atau cita-cita yang luar biasa.
Saya memulai dari sebuah definisi tentang Shift Paradigm, lalu saya akan mencoba menjabarkan pengaplikasian Shift Paradigm. Kehidupan yang telah kita jalani selama ini pasti memberikan banyak pelajaran, dan mengenalkan kita pada guru terbaik sepanjang masa yang kita sebut pengalaman. Apa yang kita anggap bagus dan mengagumkan akan membawa kita pada kegiatan penjiplakan, kita akan mencoba mengikuti apa yang kita suka tersebut, mulai mencoba mengamati dan lalu mengaplikasikannya. Apa yang kita lakukan selama ini tanpa sadar salah satunya adalah cerminan dari apa yang kita lihat, orang lain yang kita temui, dan kejadian yang tak bisa kita lupakan. Silakan berkaca dan berkata pada diri kita sendiri, mulai dari pertanyaan sederhana. Siapakah diri kita?

Kita adalah seseorang yang telah terkontaminasi oleh orang lain, oleh sebab itu kita bisa berbicara. Sekarang yakinkanlah pada diri sendiri bahwa aku adalah apa yang aku lihat di cermin, aku bukanlah siapa orang tuaku atau apa yang aku punya, aku adalah apa yang telah aku lakukan selama ini.

Jika ketika SD, SMP, SMA kita terpaut oleh peraturan, yang menempa diri kita dengan kedisiplinan, sekarang kita dituntut menemukan jati diri kita sendiri. Mengubah pola pikir memang tak mudah, tetapi mencoba untuk memulainya bukan suatu hal yang sulit. Sekarang hindarilah kegiatan penjiplakan lagi tapi mulailah mencoba memodifikasi bahkan mencitapkan. Selama ini sebenarnya pemahaman hidup apa yang kita miliki? Bahkan terkadang kita sulit mendeskripsikan apa itu pemahaman, apa itu hidup dan apa itu sebuah pemahaman hidup.


Ketika waktu berjalan lalu perubahan terjadi di dalam ketidaksadaran kita, sebenarnya pergeseran pemahaman hidup sedang kita lakukan. Sekarang bagaimana jika pergeseran pemahaman hidup dilakukan secara sadar dalam waktu yang terbatas? Silakan jawab pada diri masing masing. Saya juga sedang mencoba program pergeseran pemahaman hidup.

Sekarang pergeseran yang seperti apa? Di dunia ini disediakan dua pilihan, baik pilihan mundur atau maju, buruk baik, hitam putih, atas bawah, dan yang vital adalah hidup dan mati. Hidup selalu lebih baik dari pada mati, bahkan saya pernah membaca kalimat di suatu buku karya Paulo Coelho bahwa setiap manusia mati-matian untuk hidup. Sebenarnya banyak sekali penjabaran tentang hidup karena banyak orang yang ingin tau bagaimana menggunakan kesempatan yang diberikan hanya sekali pada setiap jiwa. Sekarang tentang pergeseran pun ada dua pilihan, yaitu posotif atau negatif. Kata-kata positif selalu terkait tentang semua hal yang lebih baik, sedangkan negatif dikaitkan dengan semua hal yang buruk. Saya definisikan bahwa negatif adalah hal yang baik dan positif adalah hal yang jauh lebih baik. Kerena di kehidupan ini tak ada yang buruk hanya saja bagaimana kita memilih hal yang jauh lebih baik. Misalnya, tukang sampah bukan pekerjaan yang buruk, hanya saja banyak pekerjaan yang jauh lebih baik. Begitu pun dengan pergeseran pemahaman hidup, jika kita tidak memrogramkan diri dengan baik, kita pun tak akan dapat sesuatu yang luar biasa dalam kesempatan yang diberikan hanya satu kali yang saya sebut hidup.

Apa yang kita kerjakan harus berubah ke arah yang jauh lebih baik, pemahaman harus dirubah menjadi jauh lebih mengetahui lagi. dan hidup harus dijadikan suatu yang lebih bermakna. Memulai pola pikir lebih baik dan lebih bekerja, semua orang mempunyai kesempatan selayaknya Tuhan memberikan 24 jam sehari semalam kepada setiap manusia. Mereka mempunyai kesempatan keberhasilan yang sama, lalu mereka malah menyia-nyiakan kesempatan, sekarang tidak terlambat untuk berubah ke arah yang jauh lebih baik, walaupun ada yang merasa terlambat, tetapi Tuhan masih memberikan kesempatan, karna 1 jam yang dipergunakan untuk berusaha, jauh lebih baik dari berjam-jam yang disia-siakan. Mengawali dengan baik dan berakhir dengan bahagia, mengawali dengan buruk dan berakhir dengan bahagia jika di pertengahan mulai menyesali dan memperbaiki, dan ternyata setiap manusia sama sekali tak di kurangkan waktunya untuk menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya bukan jauh lebih baik dari orang lain, jadikanlah dirimu sendiri sebagai acuan bukan orang lain. 
Shift Paradigm dalam hidup saya akan saya mulai dengan bagaimana saya mengurangi waktu beristirahat dan berfikir, saya akan mulai mencoba mengawali hari dengan sedikit bicara dan lebih banyak bertindak. Masa lalu saya baik, dan masa depan dalam hidup saya akan saya buat jauh lebih baik dan saya ingin berakhir dengan suatu yang luar biasa. Saya akan berfikir lebih sistematis, mencoba membuat rencana terlebih dahulu untuk setiap kegiatan yang akan saya lakukan, dan mencoba memperbaiki setuatu dengan lebih terarah.


Setiap harinya akan saya gambarkan sebagai rangkain masalah yang harus diselesaikan secara lebih sistematis dan mendetail, bahkan tak akan ada suatu kejadian disekitar saya yang luput dari penglihatan dan pemikiran. Saya akan berbicara dengan sistematis pula. Mengerjakan tugas pun dengan lebih sitematis. Saya pun akan urutkan kebutuhan sehari-hari dari yang penting ke yang lebih penting. Shift Paradigm, bukan sekedar judul tugas, tetapi sebuah tanggung jawab.

Di beberapa artikel internet yang saya baca, berulang kali didefinisikan bahwa Shift Paradigm adalah perubahan pola pikir. Apakan penting? saya dengan yakin menjawab "ya", bahkan sangat teramat penting. Pola pikir akan mengantarkan kita kepada bagaimana menjalani kehidupan. Pola pikir mungkin saja hal yang sederhana bagi sebagian orang, tetapi bagi sebagian lainnya, pola pikir juga bisa menjadi harta yang berharga, misalnya Mario Teguh, dia membagikan pola pikirnya kepada orang lain, tujuannya agar orang lain melakukan Shift Paradigm. Karena pada diri setiap orang pasti ada saja kesalahan yang perlu diperbaiki secara berkala, atau untuk membangun sebuah kepribadian yang kuat pola pikir adalah unsur yang paling penting. Bagaimana pola pikir mu adalah bagaimana kau menyelamatkan dirimu sendiri dari ranjau dunia.

CHANGE YOUR THINKING
UBAHLAH PIKIRAN ANDA
Bila Anda mengubah pikiran Anda
Anda mengubah keyakinan diri Anda
Bila Anda mengubah keyakinan diri Anda
Anda mengubah harapan-harapan Anda
Bila Anda mengubah harapan-harapan Anda
Anda Mengubah sikap Anda
Bila Anda mengubah Sikap Anda
Anda akan mengubah Tingkah Laku Anda
Bila Anda mengubah Tingkah Laku Anda
Anda Mengubah Kinerja Anda
Bila Anda mengubah Kinerja Anda
Anda telah mengubah Nasib Anda
Bila Anda mengubah Nasib Anda
Anda telah mengubah Hidup Anda.
Dan untuk kesekian kalinya, salah satu sumber yang saya dapat menegaskan begitu pentingnya pola pikir yang dimiliki seseorang. Saya menangkap, bahwa pola pikirlah yang membedakan kita dengan makhluk yang lain, kita berfikir untuk bertahan hidup. Pola pikir yang kita miliki tentu terus berkembang sesuai dengan waktu yang telah kita tempuh dan banyak pengalaman yang telah kita lewati. Pelajaran demi pelajaran dalam hidup adalah faktor yang mengubah pola pikir atau bisa saya sebut mengubah hidup.

Begitu terkaitkah pola pikir dengan mengjalani hidup? untuk kedua kalinya saya tegaskan "ya". Anda dapat mengubah garis nasib yang ada dengan mengubah pola pikir terlebih dahulu pada dasarnya. Pola pikir mengubah segalanya dalam hidup anda. Pola fikir yang baik membuat hidup menjadi baik, dan bola pikir yang lebih baik lagi, membuat hidup luar biasa. Mulai dari mengubah sudut pandang terhadap apapun, melupakan hal yang menyakitkan dan menghargai setiap apa yang ada dalam hari-hari yang kita jalani.
Program mengubah pola pikir tak akan bisa dijalakan hanya dalan sekejap mata, secara continue pasti akan menghasilkan sesuatu yang lebih tepat.


Inilah salah satu artikel yang saya temukan untuk memperkuat pendapat saya tentang shift paradigm :
Paradigma, pandangan, persepsi itulah kata bermakna sama yang sering kita jumpai dalam keseharian. Setiap hari kita tentu memiliki banyak paradigma/pandangan terhadap sesuatu maupun orang dalam dunia ini. Tergambar jelas dari bagaimana sebuah respon kita berikan. Begitu banyaknya sikap dan perilaku yang ditampilan mengkondisikan kehidupan duniawi yang syarat dengan kompleksitas. Contoh sederhana ketika kita mendapatkan informasi dari teman tentang seseorang, perilaku atasan kepada bawahan di kantor, penampilan orang lain, kebiasaan yang dilakukan orang lain, dan masih banyak lagi stimulus orang lain yang seringkali merefleksikan sikap dan perilaku kita terhadap kondisi tersebut. Baik atau buruknya sebuah respon yang kita berikan bergantung bagaimana persepsi yang berada di otak kepala.
Ada sebuah cerita yang mungkin bisa sedikit membantu pemahaman kita tentang paradigma, cerita ini di cuplik dari penggalan tulisan yang ditulis oleh Stephen Covey, kurang lebih begini ceritanya : Disebuah stasiun kereta bawah tanah dan didalam kereta ada seorang ayah bersama dua anaknya, umumnya yang namanya kereta bawah tanah disana para penumpangnya sangat tenang sangat jauh dari kericuhan. Namun saat itu suasana gerbong sangat gaduh dan ricuh. Ketika ada dua orang anak kecil yang berlarian dan membuat gaduh dalam gerbong itu sehingga membuat sebagian besar penumpang merasa tidak nyaman. Sedangkan ayah kedua anak tersebut membiarkan saja, anak – anaknya gaduh didalam gerbong. Sampai ada seorang penumpang yang mungkin merasa sangat terganggu dengan kegaduhan menegur orang tua anak itu “kenapa Anda membiarkan anak – anak anda berbuat ribut sehingga mengganggu kenyamanan para penumpang dikereta ini?”
Setiap orang yang ada di dalam kereta itu mengkin berfikir bahwa sang ayah memang orang yang tidak bisa mengurus anak – anaknya. Tapi apa yang dijawab oleh sang Ayang ketika ditegur oleh salah satu penumpang kereta itu, “Bagaimana saya dapat menghentikan kegembiraan mereka, sementara mereka tidak tahu kalau 2 jam yang lalu ibunya baru saja meninggal dunia.. dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dirumah nanti ketika mereka tahu kalau ibunya tidak bersama mereka lagi sekarang”. Sejenak suasana dalam kereta berubah menjadi ceria dan semua orang menghibur kedua anak tersebut setelah mendengar cerita sang Ayah.
Jadi sekelumit cerita tadi bisa menggambarkan tentang apa yang namanya paradigma, bahwa paradigma penumpang kereta yang menganggap bahwa si Ayah tidak bisa mengurus anak – anaknya sekejab berubah setelah mendengarkan penjelasan dari sang Ayah, apa jadinya suasana yang tercipta, apabila para penumpang tersebut tidak memperoleh kesempatan untuk mendengarkan penjelasan dari Sang Ayah…?
Pahamilah paradigma dan karakter adalah dua sisi yang saling mengikat satu sama lain. Apa yang kita lihat sangat berkaitan dengan siapa kita. Menjadi berarti melihat dalam dimensi kemanusiaan. Dan kita tidak bisa mengubah cara pandang kita tanpa sekaligus mengubah keberadaan kita, dan sebaliknya.
Paradigma kita adalah sumber dari mana sikap dan perilaku kita mengalir. Paradigma sama seperti kacamata, dia mempengaruhi cara kita melihat segala sesuatu dalam hidup kita. Bila kita melihat sesuatu melalui paradigma prinsip yang benar, apa yang kita lihat dalam hidup akan berbeda secara dramatis dengan apa yang kita lihat melalui paradigma dengan pusat yang lain.
Perubahan paradigma mengubah kita ke arah yang positif atau negatif, entah bersifat spontan atau bertahap, perubahan paradigma menggerakan dari satu cara melihat dunia ke cara yang lain. Dan perubahan paradigma tersebut menghasilkan perubahan yang kuat. Paradigma kita, benar atau salah, adalah sumber dari sikap dari perilaku kita, dan akhirnya sumber dari segala hubungan kita dengan orang lain.


“Mengabaikan kekuatan paradigma untuk mempengaruhi pendapat Anda berarti menempatkan diri Anda dalam risiko ketika menyelidiki masa depan.
Agar mampu membentuk masa depan, Anda harus siap dan mampu mengubah paradigma Anda”.
-JOEL ARTHUR BARKER-
Kita telah melihat bahwa pikiran adalah benda, dan bahwa kita menarik kepada diri kita realitas fisik yang mencerminkan pikiran kita. Jika kita memikirkan pikiran negatif, kita menarik orang-orang dan keadaan negatif. Jika kita memikirkan pikiran positif, kita menjadi magnet untuk orang-orang dan situasi positif.
Keberhasilan kita benar-benar bergantung pada kualitas, frekuensi dan intensitas pikiran kita. Jika kita tidak berhasil di suatu bidang, kita perlu menganalisis pikiran kita. Kita mungkin bekerja dengan gagasan, kebiasaan, praktek, sikap, nilai-nilai, keyakinan dan harapan-harapan yang kuno dan membatasi. Pola mental yang lama ini membuat kita tertahan dalam kekurangan dan keterbatasan, jadi kita harus menggantikan pemrograman lama yang negatif itu dengan pikiran-pikiran yang memungkinkan kita untuk menjadi, melakukan, memiliki semua yang tersedia bagi kita dalam hidup ini.
Prinsip Kekuatan Pola Pikir, menunjukkan kepada Anda bagaimana membebaskan pola-pola mental lama tersebut dan membangun pola yang baru, yang membawa Anda ke tempat yang Anda inginkan dalam hidup ini.
APA POLA PIKIR ANDA?
Pola pikir kita (kadang-kadang disebut paradigma kita) adalah jumlah total keyakinan, nilai, identitas, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan, pendapat dan pola-pola pemikiran kita tentang diri kita sendiri, orang lain dan bagaimana kehidupan bekerja. Ini adalah saringan yang dengannya kita menafsirkan apa yang kita lihat dan alami. Pola pikir Anda membentuk kehidupan Anda dan menarik kepada diri Anda hasil-hasil yang merupakan refleksi pasti pola pikir itu. Apa yang Anda percaya akan terjadi, benar-benar terjadi.
Kita mendekati, bereaksi dan pada kenyataannya menciptakan dunia kita berdasarkan pola pikir individual kita sendiri. Pola pikir kita memberitahu kita bagaimana permainan hidup ini harus dimainkan, dan mengatur apakah kita memainkannya secara berhasil atau tidak. Kita mungkin memiliki pola pikir, misalnya, yang memberitahu kita, “Kehidupan ini sangat keras dan aku harus berjuang hanya sekadar untuk hidup pas-pasan”. Atau kita mungkin memiliki pola pikir yang lebih positif, seperti “Aku punya kemampuan yang hebat dan orang-orang ingin bekerja sama denganku”.
Pikiran adalah magnet yang sangat kuat. Apa pun yang diberitahukan pola pikir kita kepada kita adalah apa yang kita tarik, baik kita menyadarinya atau tidak! Jika Anda memiliki keyakinan bahwa, “Kehidupan ini sangat keras, dan aku harus berjuang hanya sekadar untuk hidup pas-pasan”, misalnya, Anda tidak perlu menyadari akan keyakinan itu untuk mengalami perjuangan dalam hidup Anda. Pada kenyataannya, jika Anda ingin melihat apa pola pikir Anda sebenarnya, Anda hanya perlu melihat hidup Anda dan hasil-hasil Anda. Hasil yang kita peroleh sesuai dengan apa yang kita yakini.
Jika kita tidak memeriksa pola pikir kita dan bertanya apakah pola pikir itu mendukung atau membatasi kita, kita beroperasi “secara otomatis”. Kita tidak lagi memilih keyakinan dan pola pikir kita, tetapi keyakinan dan pola pikir itu menyebabkan kita menjalani hidup dengan cara tertentu. Kita menciptakan pola pikir kita sendiri, tetapi pada saat yang sama, pola pikir kita menciptakan diri kita. Jika kita tidak mempertanyakan keyakinan yang menyebutkan bahwa “kehidupan ini sulit”, misalnya, kita akan terus berjuang bahkan tanpa mengetahui penyebabnya.
Kita semua memiliki keyakinan lama yang tersembunyi. Banyak dari keyakinan itu diperoleh pada masa kanak-kanak dan tidak lagi berguna bagi kita atau mendukung keberhasilan kita. Ketika Alice mulai memeriksa pola pikirnya, ia menyadari ia memiliki keyakinan bahwa “Uang berasal dari kedua orang tua saya”. Ketika ia masih kecil dan ingin es krim, mainan atau boneka, dari orang tuanyalah uang berasal. Ketika remaja, dari orang tuanyalah uang tunjangannya berasal. Ketika dewasa, ia sering menemukan dirinya dalam kesulitan finansial dan terpaksa meminjam sejumlah besar uang kepada orang tuanya.
Joel Arthur Barker menulis dalam Paradigms, “Mengabaikan kekuatan paradigma untuk mempengaruhi pendapat Anda berarti menempatkan diri Anda dalam risiko ketika menjajaki masa depan. Agar mampu membentuk masa depan, Anda harus siap dan mampu mengubah paradigma Anda”.
Pola pikir menggerakkan perilaku kita. Jika Anda ingin melihat pola pikir Anda sendiri dan keluarga serta teman-teman Anda, cobalah mengadakan permainan kartu dengan keluarga selama liburan. Kemungkinan besar orang-orang akan melakukan di sekeliling meja kartu apa yang mereka lakukan dalam hidup mereka. Apakah beberapa orang bersikap jemu? Kompetitif? Santai? Apakah mereka ingin menyelamatkan muka atau bersikap tenang atau apakah mereka mengambil risiko menyinggung perasaan orang lain agar dapat mengendalikan dan mendominasi? Apakah mereka malu-malu atau menguasai? Bagaimana mereka memandang orang lain akan bertindak terhadap mereka? Apakah beberapa orang berpikir mereka akan dimanfaatkan atau dibuat tampak bodoh? Apakah mereka berpikir orang lain bodoh atau berperilaku buruk? Semua perilaku ini mencerminkan pola pikir tertentu, cara melihat diri sendiri, orang lain dan dunia.
Kita dapat mempercayai apa pun yang ingin kita percayai. Dan kita dapat menemukan banyak bukti untuk mendukung keyakinan atau pola pikir apa pun yang kita pilih, jadi kita juga dapat memilih keyakinan yang memperkuat kita dan menggerakkan kita untuk maju. Kita mulai berhasil ketika kita memahami bahwa kita mempunyai sebuah pilihan, karena, pada saat itu kita dapat memilih keyakinan yang membawa kita ke mana kita pergi. William James, bapak psikologi modern, berkata, “Yakinlah bahwa hidup Anda berharga, maka keyakinan Anda akan menciptakan faktanya”.
Agar berhasil, Anda perlu memahami pola pikir Anda. Anda harus membawanya ke tingkat sadar, memerhatikannya dengan baik dan melihat apakah ada sesuatu yang ingin Anda ubah. Jika tidak, keyakinan Anda yang tersembunyi akan mengendalikan Anda. Jika Anda tidak mengetahui pola pikir Anda, Anda tidak dapat melakukan apa pun terhadapnya.
Jika Anda ingin mengubah hasil-hasil Anda, Anda harus mengubah pola pikir Anda.
Pergeseran pola pikir berarti berubah dari satu pola pikir kepada pola pikir yang lain. Dalam Ilmu Sukses, ini berarti beralih dari satu pola pikir yang menghalangi keberhasilan ke cara berpikir yang mendorong dan menarik keberhasilan.
Ketika menggeser pola pikir Anda, Anda beralih ke sebuah permainan baru dan seperangkat aturan yang baru. Ketika permainan Anda dan aturan berubah, seluruh dunia Anda mulai berubah. Anda mulai mengeluarkan energi yang berbeda, sehingga Anda menarik jenis orang-orang dan situasi yang berbeda ke dalam hidup Anda. Ketika Anda mentransformasi pemikiran Anda, Anda mentransformasi dunia Anda. Oliver Wendell Holmes pernah berkata, “Pikiran manusia yang dibentangkan ke sebuah gagasan baru tidak pernah kembali ke dimensi asalnya”.
Banyak orang mengatakan mereka ingin mengubah hidup mereka. Mereka menghadiri ceramah pembicara motivasi atau membuat janji Tahun Baru dan menjadi sangat gembira dengan semua perubahan yang mereka lihat untuk diri mereka sendiri. Atau mereka pergi ke seminar atau membaca buku dan melihat bahwa mereka ingin mulai melakukan hal-hal secara berbeda. Mereka bahkan mungkin melakukan beberapa perubahan dalam beberapa minggu pertama. Tetapi kemudian energi mereka tampak berkurang. Antusiasme mereka merosot. Sebelum Anda mengetahui hal itu, mereka kembali ke dalam rutinitas lama mereka. Ketika ini terjadi, penyebabnya adalah mereka mencoba untuk memanipulasi akibat-akibat dari kehidupan mereka, dan bukannya mencari sebabnya. Mereka mencoba untuk mengubah hasil tanpa mengubah pola pikir mereka.
Untuk memberikan hasil yang dramatis dan permanen, Anda harus mengubah cara berpikir. Jika tidak ada pergeseran pola pikir, setiap perubahan atau perbaikan hanya akan bersifat minimal dan atau berjangka pendek.

Pada tahun 1962, Thomas Kuhn menulis Struktur Revolusi Ilmiah, dan ayah, didefinisikan dan mempopulerkan konsep "pergeseran paradigma. Kuhn berpendapat bahwa kemajuan ilmiah tidak evolusioner, melainkan adalah "serangkaian selingan damai diselingi oleh intelektual revolusi kekerasan", dan dalam revolusi "satu pandangan dunia konseptual digantikan oleh yang lain".
Pikirkan Pergeseran Paradigma sebagai perubahan dari satu cara berpikir yang lain. Ini sebuah revolusi, suatu transformasi, semacam metamorfosis. Hanya saja tidak terjadi, tapi lebih didorong oleh agen perubahan.
Sebagai contoh, pertanian mengubah masyarakat primitif awal. Indian primitif ada selama berabad-abad jelajah bumi terus berburu dan mengumpulkan makanan musiman dan air. Namun, pada tahun 2000 SM, Amerika Tengah adalah pemandangan desa yang sangat kecil, masing-masing dikelilingi oleh ladang jagung merata dan sayuran lainnya.
Agen perubahan membantu menciptakan pergeseran paradigma-teori ilmiah yang bergerak dari sistem Ptolemeus (bumi di pusat alam semesta) ke sistem Copernican (matahari di pusat alam semesta), dan bergerak dari fisika Newton ke Relativitas dan Quantum Fisika. Kedua gerakan akhirnya mengubah pandangan dunia. Transformasi-transformasi ini adalah bertahap sebagai keyakinan lama digantikan oleh paradigma baru menciptakan "suatu gestalt baru" (hal. 112).
Demikian juga, mesin cetak, pembuatan buku dan penggunaan bahasa vernakular tak terelakkan mengubah budaya suatu bangsa dan memiliki mempengaruhi langsung terhadap revolusi ilmiah. Penemuan Johann Gutenberg di 1440 dari movable type adalah agen perubahan. Buku menjadi tersedia, lebih kecil dan lebih mudah untuk menangani dan murah untuk membeli. Massa rakyat memperoleh akses langsung ke scriputures. Sikap mulai berubah ketika orang merasa lega dari dominasi gereja.
Demikian pula, agen perubahan mengemudi pergeseran paradigma baru hari ini. Tanda-tanda ada di sekitar kita. Sebagai contoh, pengenalan komputer pribadi dan internet berdampak baik pribadi dan lingkungan bisnis, dan merupakan katalis bagi Pergeseran Paradigma. Penerbitan surat kabar telah dibentuk kembali ke situs web, blogging, dan web feed. Internet telah diaktifkan atau mempercepat penciptaan bentuk-bentuk baru interaksi manusia melalui instant messaging, Internet forum, dan situs jejaring sosial. Kami adalah bergeser dari mekanistik, manufaktur, masyarakat industri ke, layanan berbasis organik, masyarakat informasi terpusat, dan peningkatan teknologi akan terus berdampak global. Perubahan tidak bisa dihindari. Ini adalah konstan hanya benar.
Kesimpulannya, selama jutaan tahun kami telah berkembang dan akan terus melakukannya. Perubahan adalah sulit. Manusia menolak perubahan, namun, proses yang telah ditetapkan dalam gerak yang panjang lalu dan kami akan terus bersama-sama menciptakan pengalaman kita sendiri. Kuhn menyatakan bahwa "kesadaran adalah prasyarat untuk diterima semua perubahan teori" (hal. 67). Ini semua dimulai dalam pikiran orang tersebut. Yang kita lihat, apakah normal atau metanormal, sadar atau tidak sadar, tunduk pada keterbatasan dan distorsi yang dihasilkan oleh alam dan sosial kita mewarisi bersyarat. Namun, kita tidak dibatasi oleh ini untuk kita bisa berubah. Kami bergerak pada tingkat percepatan kecepatan dan negara kita adalah mengubah kesadaran dan melampaui. Banyak kebangkitan sebagai kesadaran kita mengembang.

SUMBER: http://www.taketheleap.com/define.html
Sebuah revolusi ilmiah terjadi, menurut Kuhn, ketika para ilmuwan menemukan anomali yang tidak dapat dijelaskan oleh paradigma universal diterima dalam mana kemajuan ilmiah tambahan telah dibuat. Paradigma, dalam pandangan Kuhn, tidak hanya teori saat ini, tetapi keseluruhan pandangan dunia di mana ia ada, dan semua implikasi yang datang dengan itu. Hal ini didasarkan pada fitur dari lanskap pengetahuan bahwa para ilmuwan dapat mengidentifikasi sekitar mereka. Ada anomali untuk semua paradigma, Kuhn dipertahankan, yang mengusap sebagai tingkat yang dapat diterima kesalahan, atau hanya diabaikan dan tidak ditangani dengan (argumen utama Kuhn menggunakan untuk menolak Model Karl Popper tentang falsifiability sebagai kekuatan kunci yang terlibat dalam perubahan ilmiah). Sebaliknya, menurut Kuhn, anomali memiliki berbagai tingkat signifikansi kepada praktisi ilmu pengetahuan pada saat itu. Untuk meletakkannya dalam konteks fisika awal abad ke-20, beberapa ilmuwan menemukan masalah dengan perihelion Merkurius menghitung lebih mengganggu daripada Michelson-Morley hasil percobaan, dan beberapa jalan lain di sekitar. Model Kuhn tentang perubahan ilmiah berbeda di sini, dan di banyak tempat, dari yang dari positivis logis dalam hal ini menempatkan penekanan ditingkatkan pada manusia individu yang terlibat sebagai ilmuwan, bukan abstrak ilmu pengetahuan menjadi sebuah usaha murni logis atau filosofis.
Ketika anomali cukup signifikan telah diperoleh terhadap paradigma saat ini, disiplin ilmu dilemparkan ke dalam keadaan krisis, menurut Kuhn. Selama krisis ini, ide-ide baru, mungkin yang sebelumnya dibuang, diadili. Akhirnya sebuah paradigma baru terbentuk, yang pengikutnya sendiri keuntungan baru, dan "pertempuran" intelektual terjadi antara para pengikut paradigma baru dan terus-beluk paradigma lama. Sekali lagi, untuk awal fisika abad ke-20, transisi antara elektromagnetik Maxwell pandangan dunia dan pandangan dunia relativistik Einstein bukanlah seketika atau tenang, dan malah terlibat satu set berlarut-larut "serangan," baik dengan data empiris serta argumen retoris atau filosofis, oleh kedua sisi, dengan teori Einstein menang dalam jangka panjang. Sekali lagi, menimbang bukti dan pentingnya data baru yang masuk melalui saringan manusia: beberapa ilmuwan menemukan kesederhanaan persamaan Einstein untuk menjadi yang paling menarik, sementara beberapa menemukan mereka lebih rumit daripada gagasan eter Maxwell yang mereka dibuang. Beberapa foto Eddington menemukan cahaya lentur di sekitar matahari akan menarik, beberapa mempertanyakan akurasi dan makna. Kadang-kadang gaya meyakinkan hanya waktu itu sendiri dan korban manusia yang diperlukan, Kuhn mengatakan, menggunakan kutipan dari Max Planck: "kebenaran ilmiah baru tidak kemenangan dengan meyakinkan lawannya dan membuat mereka melihat cahaya, melainkan karena lawan pada akhirnya mati, dan generasi baru tumbuh yang akrab dengan itu "[1].
Setelah disiplin yang diberikan telah berubah dari satu paradigma ke paradigma lain, ini disebut, dalam terminologi Kuhn, revolusi ilmiah atau pergeseran paradigma. Hal ini sering kesimpulan akhir, hasil dari proses panjang, yang dimaksudkan ketika pergeseran paradigma istilah yang digunakan bahasa sehari-hari: hanya perubahan (sering radikal) dari pandangan dunia, tanpa mengacu pada kekhususan argumen sejarah Kuhn.[Sunting] Sains dan pergeseran paradigma
Sebuah tafsir umum dari paradigma adalah keyakinan bahwa penemuan pergeseran paradigma dan sifat dinamis ilmu pengetahuan (dengan banyak kesempatan untuk penilaian subjektif oleh para ilmuwan) adalah kasus untuk relativisme: [2] selalu lebih baik, tidak hanya berbeda. pandangan bahwa semua jenis sistem keyakinan yang sama. Kuhn menolak keras interpretasi dan menyatakan bahwa ketika sebuah paradigma ilmiah diganti dengan yang baru, walaupun melalui proses sosial yang kompleks, yang baru
Klaim-klaim relativisme, bagaimanapun, terkait dengan yang lain mengklaim bahwa Kuhn tidak setidaknya agak mendukung: bahwa teori-teori bahasa dan paradigma yang berbeda tidak dapat diterjemahkan ke dalam satu sama lain atau rasional dievaluasi terhadap satu sama lain - bahwa mereka tidak dapat dibandingkan. Hal ini melahirkan banyak pembicaraan masyarakat dan budaya yang berbeda memiliki pandangan dunia secara radikal berbeda atau skema konseptual - begitu berbeda bahwa apakah atau tidak seorang pun lebih baik, mereka tidak bisa dimengerti oleh satu sama lain. Namun, filsuf ilmu Donald Davidsonsocial telah lama renggang dengan aplikasi luas multi-paradigmatik pendekatan untuk memahami perilaku manusia yang kompleks (lihat misalnya Yohanes Hassard, Sosiologi dan Teori Organisasi Positivisme, Paradigma dan Postmodernitas.. Cambridge University Press. 1993 .) menerbitkan sebuah esai yang sangat dihormati pada tahun 1974, "Pada Ide Sangat dari sebuah Skema Konseptual," dengan alasan bahwa gagasan bahwa setiap bahasa atau teori bisa dapat dibandingkan dengan satu sama lain itu sendiri tidak koheren. Jika ini benar, klaim Kuhn harus diambil dalam arti lebih lemah dari mereka sering. Selanjutnya, analisis memegang Kuhnian pada
Pergeseran paradigma cenderung menjadi yang paling dramatis dalam ilmu-ilmu yang tampaknya stabil dan matang, seperti dalam fisika di akhir abad ke-19. Pada saat itu, fisika tampaknya disiplin mengisi beberapa rincian terakhir dari sebuah sistem yang sebagian besar bekerja-keluar. Pada tahun 1900, Lord Kelvin terkenal menyatakan, "Tidak ada yang baru harus ditemukan dalam fisika sekarang Semua yang tersisa adalah pengukuran yang lebih dan lebih tepat.." Lima tahun kemudian, Albert Einstein menerbitkan kertas pada relativitas khusus, yang menantang set sangat sederhana aturan yang ditetapkan oleh mekanika Newton, yang telah digunakan untuk menggambarkan gaya dan gerak selama lebih dari dua ratus tahun.
Dalam Struktur Scientific Revolutions, Kuhn menulis, "transisi dari satu paradigma Berturutan ke yang lain melalui revolusi adalah pola perkembangan yang biasa ilmu pengetahuan dewasa." (Hal. 12) gagasan Kuhn itu sendiri revolusioner dalam waktu, karena menyebabkan perubahan besar dalam cara yang akademisi berbicara tentang ilmu pengetahuan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa itu disebabkan atau itu sendiri bagian dari "pergeseran paradigma" dalam sejarah dan sosiologi ilmu pengetahuan. Namun, Kuhn tidak akan mengenali seperti pergeseran paradigma. Berada di ilmu sosial, orang masih bisa menggunakan ide-ide sebelumnya untuk membahas sejarah ilmu pengetahuan.
Filsuf dan sejarawan ilmu pengetahuan, termasuk Kuhn sendiri, akhirnya diterima versi modifikasi dari model Kuhn, yang mensintesis tampilan asli dengan model gradualis yang mendahuluinya. Model asli Kuhn sekarang umumnya dipandang sebagai terlalu terbatas.

SUMBER : http://en.wikipedia.org/wiki/Paradigm_shift


Paradigma, pandangan, persepsi itulah kata bermakna sama yang sering kita jumpai dalam keseharian. Setiap hari kita tentu memiliki banyak paradigma/pandangan terhadap sesuatu maupun orang dalam dunia ini. Tergambar jelas dari bagaimana sebuah respon kita berikan. Begitu banyaknya sikap dan perilaku yang ditampilan mengkondisikan kehidupan duniawi yang syarat dengan kompleksitas. Contoh sederhana ketika kita mendapatkan informasi dari teman tentang seseorang, perilaku atasan kepada bawahan di kantor, penampilan orang lain, kebiasaan yang dilakukan orang lain, dan masih banyak lagi stimulus orang lain yang seringkali merefleksikan sikap dan perilaku kita terhadap kondisi tersebut. Baik atau buruknya sebuah respon yang kita berikan bergantung bagaimana persepsi yang berada di otak kepala.
Ada sebuah cerita yang mungkin bisa sedikit membantu pemahaman kita tentang paradigma, cerita ini di cuplik dari penggalan tulisan yang ditulis oleh Stephen Covey, kurang lebih begini ceritanya : Disebuah stasiun kereta bawah tanah dan didalam kereta ada seorang ayah bersama dua anaknya, umumnya yang namanya kereta bawah tanah disana para penumpangnya sangat tenang sangat jauh dari kericuhan. Namun saat itu suasana gerbong sangat gaduh dan ricuh. Ketika ada dua orang anak kecil yang berlarian dan membuat gaduh dalam gerbong itu sehingga membuat sebagian besar penumpang merasa tidak nyaman. Sedangkan ayah kedua anak tersebut membiarkan saja, anak – anaknya gaduh didalam gerbong. Sampai ada seorang penumpang yang mungkin merasa sangat terganggu dengan kegaduhan menegur orang tua anak itu “kenapa Anda membiarkan anak – anak anda berbuat ribut sehingga mengganggu kenyamanan para penumpang dikereta ini?”
Setiap orang yang ada di dalam kereta itu mengkin berfikir bahwa sang ayah memang orang yang tidak bisa mengurus anak – anaknya. Tapi apa yang dijawab oleh sang Ayang ketika ditegur oleh salah satu penumpang kereta itu, “Bagaimana saya dapat menghentikan kegembiraan mereka, sementara mereka tidak tahu kalau 2 jam yang lalu ibunya baru saja meninggal dunia.. dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dirumah nanti ketika mereka tahu kalau ibunya tidak bersama mereka lagi sekarang”. Sejenak suasana dalam kereta berubah menjadi ceria dan semua orang menghibur kedua anak tersebut setelah mendengar cerita sang Ayah.
Jadi sekelumit cerita tadi bisa menggambarkan tentang apa yang namanya paradigma, bahwa paradigma penumpang kereta yang menganggap bahwa si Ayah tidak bisa mengurus anak – anaknya sekejab berubah setelah mendengarkan penjelasan dari sang Ayah, apa jadinya suasana yang tercipta, apabila para penumpang tersebut tidak memperoleh kesempatan untuk mendengarkan penjelasan dari Sang Ayah…?
Pahamilah paradigma dan karakter adalah dua sisi yang saling mengikat satu sama lain. Apa yang kita lihat sangat berkaitan dengan siapa kita. Menjadi berarti melihat dalam dimensi kemanusiaan. Dan kita tidak bisa mengubah cara pandang kita tanpa sekaligus mengubah keberadaan kita, dan sebaliknya.
Paradigma kita adalah sumber dari mana sikap dan perilaku kita mengalir. Paradigma sama seperti kacamata, dia mempengaruhi cara kita melihat segala sesuatu dalam hidup kita. Bila kita melihat sesuatu melalui paradigma prinsip yang benar, apa yang kita lihat dalam hidup akan berbeda secara dramatis dengan apa yang kita lihat melalui paradigma dengan pusat yang lain.
Perubahan paradigma mengubah kita ke arah yang positif atau negatif, entah bersifat spontan atau bertahap, perubahan paradigma menggerakan dari satu cara melihat dunia ke cara yang lain. Dan perubahan paradigma tersebut menghasilkan perubahan yang kuat. Paradigma kita, benar atau salah, adalah sumber dari sikap dari perilaku kita, dan akhirnya sumber dari segala hubungan kita dengan orang lain.

Kita telah melihat bahwa pikiran adalah benda, dan bahwa kita menarik kepada diri kita realitas fisik yang mencerminkan pikiran kita. Jika kita memikirkan pikiran negatif, kita menarik orang-orang dan keadaan negatif. Jika kita memikirkan pikiran positif, kita menjadi magnet untuk orang-orang dan situasi positif.
Keberhasilan kita benar-benar bergantung pada kualitas, frekuensi dan intensitas pikiran kita. Jika kita tidak berhasil di suatu bidang, kita perlu menganalisis pikiran kita. Kita mungkin bekerja dengan gagasan, kebiasaan, praktek, sikap, nilai-nilai, keyakinan dan harapan-harapan yang kuno dan membatasi. Pola mental yang lama ini membuat kita tertahan dalam kekurangan dan keterbatasan, jadi kita harus menggantikan pemrograman lama yang negatif itu dengan pikiran-pikiran yang memungkinkan kita untuk menjadi, melakukan, memiliki semua yang tersedia bagi kita dalam hidup ini.
Prinsip Kekuatan Pola Pikir, menunjukkan kepada Anda bagaimana membebaskan pola-pola mental lama tersebut dan membangun pola yang baru, yang membawa Anda ke tempat yang Anda inginkan dalam hidup ini.
APA POLA PIKIR ANDA?
Pola pikir kita (kadang-kadang disebut paradigma kita) adalah jumlah total keyakinan, nilai, identitas, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan, pendapat dan pola-pola pemikiran kita tentang diri kita sendiri, orang lain dan bagaimana kehidupan bekerja. Ini adalah saringan yang dengannya kita menafsirkan apa yang kita lihat dan alami. Pola pikir Anda membentuk kehidupan Anda dan menarik kepada diri Anda hasil-hasil yang merupakan refleksi pasti pola pikir itu. Apa yang Anda percaya akan terjadi, benar-benar terjadi.
Kita mendekati, bereaksi dan pada kenyataannya menciptakan dunia kita berdasarkan pola pikir individual kita sendiri. Pola pikir kita memberitahu kita bagaimana permainan hidup ini harus dimainkan, dan mengatur apakah kita memainkannya secara berhasil atau tidak. Kita mungkin memiliki pola pikir, misalnya, yang memberitahu kita, “Kehidupan ini sangat keras dan aku harus berjuang hanya sekadar untuk hidup pas-pasan”. Atau kita mungkin memiliki pola pikir yang lebih positif, seperti “Aku punya kemampuan yang hebat dan orang-orang ingin bekerja sama denganku”.
Pikiran adalah magnet yang sangat kuat. Apa pun yang diberitahukan pola pikir kita kepada kita adalah apa yang kita tarik, baik kita menyadarinya atau tidak! Jika Anda memiliki keyakinan bahwa, “Kehidupan ini sangat keras, dan aku harus berjuang hanya sekadar untuk hidup pas-pasan”, misalnya, Anda tidak perlu menyadari akan keyakinan itu untuk mengalami perjuangan dalam hidup Anda. Pada kenyataannya, jika Anda ingin melihat apa pola pikir Anda sebenarnya, Anda hanya perlu melihat hidup Anda dan hasil-hasil Anda. Hasil yang kita peroleh sesuai dengan apa yang kita yakini.
Jika kita tidak memeriksa pola pikir kita dan bertanya apakah pola pikir itu mendukung atau membatasi kita, kita beroperasi “secara otomatis”. Kita tidak lagi memilih keyakinan dan pola pikir kita, tetapi keyakinan dan pola pikir itu menyebabkan kita menjalani hidup dengan cara tertentu. Kita menciptakan pola pikir kita sendiri, tetapi pada saat yang sama, pola pikir kita menciptakan diri kita. Jika kita tidak mempertanyakan keyakinan yang menyebutkan bahwa “kehidupan ini sulit”, misalnya, kita akan terus berjuang bahkan tanpa mengetahui penyebabnya.
Kita semua memiliki keyakinan lama yang tersembunyi. Banyak dari keyakinan itu diperoleh pada masa kanak-kanak dan tidak lagi berguna bagi kita atau mendukung keberhasilan kita. Ketika Alice mulai memeriksa pola pikirnya, ia menyadari ia memiliki keyakinan bahwa “Uang berasal dari kedua orang tua saya”. Ketika ia masih kecil dan ingin es krim, mainan atau boneka, dari orang tuanyalah uang berasal. Ketika remaja, dari orang tuanyalah uang tunjangannya berasal. Ketika dewasa, ia sering menemukan dirinya dalam kesulitan finansial dan terpaksa meminjam sejumlah besar uang kepada orang tuanya.
Joel Arthur Barker menulis dalam Paradigms, “Mengabaikan kekuatan paradigma untuk mempengaruhi pendapat Anda berarti menempatkan diri Anda dalam risiko ketika menjajaki masa depan. Agar mampu membentuk masa depan, Anda harus siap dan mampu mengubah paradigma Anda”.
Pola pikir menggerakkan perilaku kita. Jika Anda ingin melihat pola pikir Anda sendiri dan keluarga serta teman-teman Anda, cobalah mengadakan permainan kartu dengan keluarga selama liburan. Kemungkinan besar orang-orang akan melakukan di sekeliling meja kartu apa yang mereka lakukan dalam hidup mereka. Apakah beberapa orang bersikap jemu? Kompetitif? Santai? Apakah mereka ingin menyelamatkan muka atau bersikap tenang atau apakah mereka mengambil risiko menyinggung perasaan orang lain agar dapat mengendalikan dan mendominasi? Apakah mereka malu-malu atau menguasai? Bagaimana mereka memandang orang lain akan bertindak terhadap mereka? Apakah beberapa orang berpikir mereka akan dimanfaatkan atau dibuat tampak bodoh? Apakah mereka berpikir orang lain bodoh atau berperilaku buruk? Semua perilaku ini mencerminkan pola pikir tertentu, cara melihat diri sendiri, orang lain dan dunia.
Kita dapat mempercayai apa pun yang ingin kita percayai. Dan kita dapat menemukan banyak bukti untuk mendukung keyakinan atau pola pikir apa pun yang kita pilih, jadi kita juga dapat memilih keyakinan yang memperkuat kita dan menggerakkan kita untuk maju. Kita mulai berhasil ketika kita memahami bahwa kita mempunyai sebuah pilihan, karena, pada saat itu kita dapat memilih keyakinan yang membawa kita ke mana kita pergi. William James, bapak psikologi modern, berkata, “Yakinlah bahwa hidup Anda berharga, maka keyakinan Anda akan menciptakan faktanya”.
Agar berhasil, Anda perlu memahami pola pikir Anda. Anda harus membawanya ke tingkat sadar, memerhatikannya dengan baik dan melihat apakah ada sesuatu yang ingin Anda ubah. Jika tidak, keyakinan Anda yang tersembunyi akan mengendalikan Anda. Jika Anda tidak mengetahui pola pikir Anda, Anda tidak dapat melakukan apa pun terhadapnya.
Jika Anda ingin mengubah hasil-hasil Anda, Anda harus mengubah pola pikir Anda.
Pergeseran pola pikir berarti berubah dari satu pola pikir kepada pola pikir yang lain. Dalam Ilmu Sukses, ini berarti beralih dari satu pola pikir yang menghalangi keberhasilan ke cara berpikir yang mendorong dan menarik keberhasilan.
Ketika menggeser pola pikir Anda, Anda beralih ke sebuah permainan baru dan seperangkat aturan yang baru. Ketika permainan Anda dan aturan berubah, seluruh dunia Anda mulai berubah. Anda mulai mengeluarkan energi yang berbeda, sehingga Anda menarik jenis orang-orang dan situasi yang berbeda ke dalam hidup Anda. Ketika Anda mentransformasi pemikiran Anda, Anda mentransformasi dunia Anda. Oliver Wendell Holmes pernah berkata, “Pikiran manusia yang dibentangkan ke sebuah gagasan baru tidak pernah kembali ke dimensi asalnya”.
Banyak orang mengatakan mereka ingin mengubah hidup mereka. Mereka menghadiri ceramah pembicara motivasi atau membuat janji Tahun Baru dan menjadi sangat gembira dengan semua perubahan yang mereka lihat untuk diri mereka sendiri. Atau mereka pergi ke seminar atau membaca buku dan melihat bahwa mereka ingin mulai melakukan hal-hal secara berbeda. Mereka bahkan mungkin melakukan beberapa perubahan dalam beberapa minggu pertama. Tetapi kemudian energi mereka tampak berkurang. Antusiasme mereka merosot. Sebelum Anda mengetahui hal itu, mereka kembali ke dalam rutinitas lama mereka. Ketika ini terjadi, penyebabnya adalah mereka mencoba untuk memanipulasi akibat-akibat dari kehidupan mereka, dan bukannya mencari sebabnya. Mereka mencoba untuk mengubah hasil tanpa mengubah pola pikir mereka.
Untuk memberikan hasil yang dramatis dan permanen, Anda harus mengubah cara berpikir. Jika tidak ada pergeseran pola pikir, setiap perubahan atau perbaikan hanya akan bersifat minimal dan atau berjangka pendek.
Maka menurut saya sendiri, shift paradigm itu adalah cara atau pola pikir manusia, bagaimana manusia berfikir, menyelesaikan suatu masalah, dan  cara memandang sesuatu. Seperti yang kita ketahui, manusia adalah mahluk yang mempunyai banyak perbedaan, karena perbedaan itulah makanya manusia memiliki pola berfikir yang berbeda-beda pula.Namun, sekarang adalah bagaimana membuat manusia memiliki cara berfikir yang sama, logis, dan baik.

Pada tahun 1962, Thomas Kuhn menulis Struktur Revolusi Ilmiah, dan ayah, didefinisikan dan mempopulerkan konsep "pergeseran paradigma. Kuhn berpendapat bahwa kemajuan ilmiah tidak evolusioner, melainkan adalah "serangkaian selingan damai diselingi oleh intelektual revolusi kekerasan", dan dalam revolusi "satu pandangan dunia konseptual digantikan oleh yang lain".
Pikirkan Pergeseran Paradigma sebagai perubahan dari satu cara berpikir yang lain. Ini sebuah revolusi, suatu transformasi, semacam metamorfosis. Hanya saja tidak terjadi, tapi lebih didorong oleh agen perubahan.
Sebagai contoh, pertanian mengubah masyarakat primitif awal. Indian primitif ada selama berabad-abad jelajah bumi terus berburu dan mengumpulkan makanan musiman dan air. Namun, pada tahun 2000 SM, Amerika Tengah adalah pemandangan desa yang sangat kecil, masing-masing dikelilingi oleh ladang jagung merata dan sayuran lainnya.
Agen perubahan membantu menciptakan pergeseran paradigma-teori ilmiah yang bergerak dari sistem Ptolemeus (bumi di pusat alam semesta) ke sistem Copernican (matahari di pusat alam semesta), dan bergerak dari fisika Newton ke Relativitas dan Quantum Fisika. Kedua gerakan akhirnya mengubah pandangan dunia. Transformasi-transformasi ini adalah bertahap sebagai keyakinan lama digantikan oleh paradigma baru menciptakan "suatu gestalt baru" (hal. 112).
Demikian juga, mesin cetak, pembuatan buku dan penggunaan bahasa vernakular tak terelakkan mengubah budaya suatu bangsa dan memiliki mempengaruhi langsung terhadap revolusi ilmiah. Penemuan Johann Gutenberg di 1440 dari movable type adalah agen perubahan. Buku menjadi tersedia, lebih kecil dan lebih mudah untuk menangani dan murah untuk membeli. Massa rakyat memperoleh akses langsung ke scriputures. Sikap mulai berubah ketika orang merasa lega dari dominasi gereja.
Demikian pula, agen perubahan mengemudi pergeseran paradigma baru hari ini. Tanda-tanda ada di sekitar kita. Sebagai contoh, pengenalan komputer pribadi dan internet berdampak baik pribadi dan lingkungan bisnis, dan merupakan katalis bagi Pergeseran Paradigma. Penerbitan surat kabar telah dibentuk kembali ke situs web, blogging, dan web feed. Internet telah diaktifkan atau mempercepat penciptaan bentuk-bentuk baru interaksi manusia melalui instant messaging, Internet forum, dan situs jejaring sosial. Kami adalah bergeser dari mekanistik, manufaktur, masyarakat industri ke, layanan berbasis organik, masyarakat informasi terpusat, dan peningkatan teknologi akan terus berdampak global. Perubahan tidak bisa dihindari. Ini adalah konstan hanya benar.
Kesimpulannya, selama jutaan tahun kami telah berkembang dan akan terus melakukannya. Perubahan adalah sulit. Manusia menolak perubahan, namun, proses yang telah ditetapkan dalam gerak yang panjang lalu dan kami akan terus bersama-sama menciptakan pengalaman kita sendiri. Kuhn menyatakan bahwa "kesadaran adalah prasyarat untuk diterima semua perubahan teori" (hal. 67). Ini semua dimulai dalam pikiran orang tersebut. Yang kita lihat, apakah normal atau metanormal, sadar atau tidak sadar, tunduk pada keterbatasan dan distorsi yang dihasilkan oleh alam dan sosial kita mewarisi bersyarat. Namun, kita tidak dibatasi oleh ini untuk kita bisa berubah. Kami bergerak pada tingkat percepatan kecepatan dan negara kita adalah mengubah kesadaran dan melampaui. Banyak kebangkitan sebagai kesadaran kita mengembang.


SUMBER: http://www.taketheleap.com/define.html



Sebuah revolusi ilmiah terjadi, menurut Kuhn, ketika para ilmuwan menemukan anomali yang tidak dapat dijelaskan oleh paradigma universal diterima dalam mana kemajuan ilmiah tambahan telah dibuat. Paradigma, dalam pandangan Kuhn, tidak hanya teori saat ini, tetapi keseluruhan pandangan dunia di mana ia ada, dan semua implikasi yang datang dengan itu. Hal ini didasarkan pada fitur dari lanskap pengetahuan bahwa para ilmuwan dapat mengidentifikasi sekitar mereka. Ada anomali untuk semua paradigma, Kuhn dipertahankan, yang mengusap sebagai tingkat yang dapat diterima kesalahan, atau hanya diabaikan dan tidak ditangani dengan (argumen utama Kuhn menggunakan untuk menolak Model Karl Popper tentang falsifiability sebagai kekuatan kunci yang terlibat dalam perubahan ilmiah). Sebaliknya, menurut Kuhn, anomali memiliki berbagai tingkat signifikansi kepada praktisi ilmu pengetahuan pada saat itu. Untuk meletakkannya dalam konteks fisika awal abad ke-20, beberapa ilmuwan menemukan masalah dengan perihelion Merkurius menghitung lebih mengganggu daripada Michelson-Morley hasil percobaan, dan beberapa jalan lain di sekitar. Model Kuhn tentang perubahan ilmiah berbeda di sini, dan di banyak tempat, dari yang dari positivis logis dalam hal ini menempatkan penekanan ditingkatkan pada manusia individu yang terlibat sebagai ilmuwan, bukan abstrak ilmu pengetahuan menjadi sebuah usaha murni logis atau filosofis.
Ketika anomali cukup signifikan telah diperoleh terhadap paradigma saat ini, disiplin ilmu dilemparkan ke dalam keadaan krisis, menurut Kuhn. Selama krisis ini, ide-ide baru, mungkin yang sebelumnya dibuang, diadili. Akhirnya sebuah paradigma baru terbentuk, yang pengikutnya sendiri keuntungan baru, dan "pertempuran" intelektual terjadi antara para pengikut paradigma baru dan terus-beluk paradigma lama. Sekali lagi, untuk awal fisika abad ke-20, transisi antara elektromagnetik Maxwell pandangan dunia dan pandangan dunia relativistik Einstein bukanlah seketika atau tenang, dan malah terlibat satu set berlarut-larut "serangan," baik dengan data empiris serta argumen retoris atau filosofis, oleh kedua sisi, dengan teori Einstein menang dalam jangka panjang. Sekali lagi, menimbang bukti dan pentingnya data baru yang masuk melalui saringan manusia: beberapa ilmuwan menemukan kesederhanaan persamaan Einstein untuk menjadi yang paling menarik, sementara beberapa menemukan mereka lebih rumit daripada gagasan eter Maxwell yang mereka dibuang. Beberapa foto Eddington menemukan cahaya lentur di sekitar matahari akan menarik, beberapa mempertanyakan akurasi dan makna. Kadang-kadang gaya meyakinkan hanya waktu itu sendiri dan korban manusia yang diperlukan, Kuhn mengatakan, menggunakan kutipan dari Max Planck: "kebenaran ilmiah baru tidak kemenangan dengan meyakinkan lawannya dan membuat mereka melihat cahaya, melainkan karena lawan pada akhirnya mati, dan generasi baru tumbuh yang akrab dengan itu "[1].
Setelah disiplin yang diberikan telah berubah dari satu paradigma ke paradigma lain, ini disebut, dalam terminologi Kuhn, revolusi ilmiah atau pergeseran paradigma. Hal ini sering kesimpulan akhir, hasil dari proses panjang, yang dimaksudkan ketika pergeseran paradigma istilah yang digunakan bahasa sehari-hari: hanya perubahan (sering radikal) dari pandangan dunia, tanpa mengacu pada kekhususan argumen sejarah Kuhn.[Sunting] Sains dan pergeseran paradigma
Sebuah tafsir umum dari paradigma adalah keyakinan bahwa penemuan pergeseran paradigma dan sifat dinamis ilmu pengetahuan (dengan banyak kesempatan untuk penilaian subjektif oleh para ilmuwan) adalah kasus untuk relativisme: [2] selalu lebih baik, tidak hanya berbeda. pandangan bahwa semua jenis sistem keyakinan yang sama. Kuhn menolak keras interpretasi dan menyatakan bahwa ketika sebuah paradigma ilmiah diganti dengan yang baru, walaupun melalui proses sosial yang kompleks, yang baru
Klaim-klaim relativisme, bagaimanapun, terkait dengan yang lain mengklaim bahwa Kuhn tidak setidaknya agak mendukung: bahwa teori-teori bahasa dan paradigma yang berbeda tidak dapat diterjemahkan ke dalam satu sama lain atau rasional dievaluasi terhadap satu sama lain - bahwa mereka tidak dapat dibandingkan. Hal ini melahirkan banyak pembicaraan masyarakat dan budaya yang berbeda memiliki pandangan dunia secara radikal berbeda atau skema konseptual - begitu berbeda bahwa apakah atau tidak seorang pun lebih baik, mereka tidak bisa dimengerti oleh satu sama lain. Namun, filsuf ilmu Donald Davidsonsocial telah lama renggang dengan aplikasi luas multi-paradigmatik pendekatan untuk memahami perilaku manusia yang kompleks (lihat misalnya Yohanes Hassard, Sosiologi dan Teori Organisasi Positivisme, Paradigma dan Postmodernitas.. Cambridge University Press. 1993 .) menerbitkan sebuah esai yang sangat dihormati pada tahun 1974, "Pada Ide Sangat dari sebuah Skema Konseptual," dengan alasan bahwa gagasan bahwa setiap bahasa atau teori bisa dapat dibandingkan dengan satu sama lain itu sendiri tidak koheren. Jika ini benar, klaim Kuhn harus diambil dalam arti lebih lemah dari mereka sering. Selanjutnya, analisis memegang Kuhnian pada
Pergeseran paradigma cenderung menjadi yang paling dramatis dalam ilmu-ilmu yang tampaknya stabil dan matang, seperti dalam fisika di akhir abad ke-19. Pada saat itu, fisika tampaknya disiplin mengisi beberapa rincian terakhir dari sebuah sistem yang sebagian besar bekerja-keluar. Pada tahun 1900, Lord Kelvin terkenal menyatakan, "Tidak ada yang baru harus ditemukan dalam fisika sekarang Semua yang tersisa adalah pengukuran yang lebih dan lebih tepat.." Lima tahun kemudian, Albert Einstein menerbitkan kertas pada relativitas khusus, yang menantang set sangat sederhana aturan yang ditetapkan oleh mekanika Newton, yang telah digunakan untuk menggambarkan gaya dan gerak selama lebih dari dua ratus tahun.
Dalam Struktur Scientific Revolutions, Kuhn menulis, "transisi dari satu paradigma Berturutan ke yang lain melalui revolusi adalah pola perkembangan yang biasa ilmu pengetahuan dewasa." (Hal. 12) gagasan Kuhn itu sendiri revolusioner dalam waktu, karena menyebabkan perubahan besar dalam cara yang akademisi berbicara tentang ilmu pengetahuan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa itu disebabkan atau itu sendiri bagian dari "pergeseran paradigma" dalam sejarah dan sosiologi ilmu pengetahuan. Namun, Kuhn tidak akan mengenali seperti pergeseran paradigma. Berada di ilmu sosial, orang masih bisa menggunakan ide-ide sebelumnya untuk membahas sejarah ilmu pengetahuan.
Filsuf dan sejarawan ilmu pengetahuan, termasuk Kuhn sendiri, akhirnya diterima versi modifikasi dari model Kuhn, yang mensintesis tampilan asli dengan model gradualis yang mendahuluinya. Model asli Kuhn sekarang umumnya dipandang sebagai terlalu terbatas.

SUMBER : http://en.wikipedia.org/wiki/Paradigm_shift


Paradigma, pandangan, persepsi itulah kata bermakna sama yang sering kita jumpai dalam keseharian. Setiap hari kita tentu memiliki banyak paradigma/pandangan terhadap sesuatu maupun orang dalam dunia ini. Tergambar jelas dari bagaimana sebuah respon kita berikan. Begitu banyaknya sikap dan perilaku yang ditampilan mengkondisikan kehidupan duniawi yang syarat dengan kompleksitas. Contoh sederhana ketika kita mendapatkan informasi dari teman tentang seseorang, perilaku atasan kepada bawahan di kantor, penampilan orang lain, kebiasaan yang dilakukan orang lain, dan masih banyak lagi stimulus orang lain yang seringkali merefleksikan sikap dan perilaku kita terhadap kondisi tersebut. Baik atau buruknya sebuah respon yang kita berikan bergantung bagaimana persepsi yang berada di otak kepala.
Ada sebuah cerita yang mungkin bisa sedikit membantu pemahaman kita tentang paradigma, cerita ini di cuplik dari penggalan tulisan yang ditulis oleh Stephen Covey, kurang lebih begini ceritanya : Disebuah stasiun kereta bawah tanah dan didalam kereta ada seorang ayah bersama dua anaknya, umumnya yang namanya kereta bawah tanah disana para penumpangnya sangat tenang sangat jauh dari kericuhan. Namun saat itu suasana gerbong sangat gaduh dan ricuh. Ketika ada dua orang anak kecil yang berlarian dan membuat gaduh dalam gerbong itu sehingga membuat sebagian besar penumpang merasa tidak nyaman. Sedangkan ayah kedua anak tersebut membiarkan saja, anak – anaknya gaduh didalam gerbong. Sampai ada seorang penumpang yang mungkin merasa sangat terganggu dengan kegaduhan menegur orang tua anak itu “kenapa Anda membiarkan anak – anak anda berbuat ribut sehingga mengganggu kenyamanan para penumpang dikereta ini?”
Setiap orang yang ada di dalam kereta itu mengkin berfikir bahwa sang ayah memang orang yang tidak bisa mengurus anak – anaknya. Tapi apa yang dijawab oleh sang Ayang ketika ditegur oleh salah satu penumpang kereta itu, “Bagaimana saya dapat menghentikan kegembiraan mereka, sementara mereka tidak tahu kalau 2 jam yang lalu ibunya baru saja meninggal dunia.. dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dirumah nanti ketika mereka tahu kalau ibunya tidak bersama mereka lagi sekarang”. Sejenak suasana dalam kereta berubah menjadi ceria dan semua orang menghibur kedua anak tersebut setelah mendengar cerita sang Ayah.
Jadi sekelumit cerita tadi bisa menggambarkan tentang apa yang namanya paradigma, bahwa paradigma penumpang kereta yang menganggap bahwa si Ayah tidak bisa mengurus anak – anaknya sekejab berubah setelah mendengarkan penjelasan dari sang Ayah, apa jadinya suasana yang tercipta, apabila para penumpang tersebut tidak memperoleh kesempatan untuk mendengarkan penjelasan dari Sang Ayah…?
Pahamilah paradigma dan karakter adalah dua sisi yang saling mengikat satu sama lain. Apa yang kita lihat sangat berkaitan dengan siapa kita. Menjadi berarti melihat dalam dimensi kemanusiaan. Dan kita tidak bisa mengubah cara pandang kita tanpa sekaligus mengubah keberadaan kita, dan sebaliknya.
Paradigma kita adalah sumber dari mana sikap dan perilaku kita mengalir. Paradigma sama seperti kacamata, dia mempengaruhi cara kita melihat segala sesuatu dalam hidup kita. Bila kita melihat sesuatu melalui paradigma prinsip yang benar, apa yang kita lihat dalam hidup akan berbeda secara dramatis dengan apa yang kita lihat melalui paradigma dengan pusat yang lain.
Perubahan paradigma mengubah kita ke arah yang positif atau negatif, entah bersifat spontan atau bertahap, perubahan paradigma menggerakan dari satu cara melihat dunia ke cara yang lain. Dan perubahan paradigma tersebut menghasilkan perubahan yang kuat. Paradigma kita, benar atau salah, adalah sumber dari sikap dari perilaku kita, dan akhirnya sumber dari segala hubungan kita dengan orang lain.

Kita telah melihat bahwa pikiran adalah benda, dan bahwa kita menarik kepada diri kita realitas fisik yang mencerminkan pikiran kita. Jika kita memikirkan pikiran negatif, kita menarik orang-orang dan keadaan negatif. Jika kita memikirkan pikiran positif, kita menjadi magnet untuk orang-orang dan situasi positif.
Keberhasilan kita benar-benar bergantung pada kualitas, frekuensi dan intensitas pikiran kita. Jika kita tidak berhasil di suatu bidang, kita perlu menganalisis pikiran kita. Kita mungkin bekerja dengan gagasan, kebiasaan, praktek, sikap, nilai-nilai, keyakinan dan harapan-harapan yang kuno dan membatasi. Pola mental yang lama ini membuat kita tertahan dalam kekurangan dan keterbatasan, jadi kita harus menggantikan pemrograman lama yang negatif itu dengan pikiran-pikiran yang memungkinkan kita untuk menjadi, melakukan, memiliki semua yang tersedia bagi kita dalam hidup ini.
Prinsip Kekuatan Pola Pikir, menunjukkan kepada Anda bagaimana membebaskan pola-pola mental lama tersebut dan membangun pola yang baru, yang membawa Anda ke tempat yang Anda inginkan dalam hidup ini.
APA POLA PIKIR ANDA?
Pola pikir kita (kadang-kadang disebut paradigma kita) adalah jumlah total keyakinan, nilai, identitas, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan, pendapat dan pola-pola pemikiran kita tentang diri kita sendiri, orang lain dan bagaimana kehidupan bekerja. Ini adalah saringan yang dengannya kita menafsirkan apa yang kita lihat dan alami. Pola pikir Anda membentuk kehidupan Anda dan menarik kepada diri Anda hasil-hasil yang merupakan refleksi pasti pola pikir itu. Apa yang Anda percaya akan terjadi, benar-benar terjadi.
Kita mendekati, bereaksi dan pada kenyataannya menciptakan dunia kita berdasarkan pola pikir individual kita sendiri. Pola pikir kita memberitahu kita bagaimana permainan hidup ini harus dimainkan, dan mengatur apakah kita memainkannya secara berhasil atau tidak. Kita mungkin memiliki pola pikir, misalnya, yang memberitahu kita, “Kehidupan ini sangat keras dan aku harus berjuang hanya sekadar untuk hidup pas-pasan”. Atau kita mungkin memiliki pola pikir yang lebih positif, seperti “Aku punya kemampuan yang hebat dan orang-orang ingin bekerja sama denganku”.
Pikiran adalah magnet yang sangat kuat. Apa pun yang diberitahukan pola pikir kita kepada kita adalah apa yang kita tarik, baik kita menyadarinya atau tidak! Jika Anda memiliki keyakinan bahwa, “Kehidupan ini sangat keras, dan aku harus berjuang hanya sekadar untuk hidup pas-pasan”, misalnya, Anda tidak perlu menyadari akan keyakinan itu untuk mengalami perjuangan dalam hidup Anda. Pada kenyataannya, jika Anda ingin melihat apa pola pikir Anda sebenarnya, Anda hanya perlu melihat hidup Anda dan hasil-hasil Anda. Hasil yang kita peroleh sesuai dengan apa yang kita yakini.
Jika kita tidak memeriksa pola pikir kita dan bertanya apakah pola pikir itu mendukung atau membatasi kita, kita beroperasi “secara otomatis”. Kita tidak lagi memilih keyakinan dan pola pikir kita, tetapi keyakinan dan pola pikir itu menyebabkan kita menjalani hidup dengan cara tertentu. Kita menciptakan pola pikir kita sendiri, tetapi pada saat yang sama, pola pikir kita menciptakan diri kita. Jika kita tidak mempertanyakan keyakinan yang menyebutkan bahwa “kehidupan ini sulit”, misalnya, kita akan terus berjuang bahkan tanpa mengetahui penyebabnya.
Kita semua memiliki keyakinan lama yang tersembunyi. Banyak dari keyakinan itu diperoleh pada masa kanak-kanak dan tidak lagi berguna bagi kita atau mendukung keberhasilan kita. Ketika Alice mulai memeriksa pola pikirnya, ia menyadari ia memiliki keyakinan bahwa “Uang berasal dari kedua orang tua saya”. Ketika ia masih kecil dan ingin es krim, mainan atau boneka, dari orang tuanyalah uang berasal. Ketika remaja, dari orang tuanyalah uang tunjangannya berasal. Ketika dewasa, ia sering menemukan dirinya dalam kesulitan finansial dan terpaksa meminjam sejumlah besar uang kepada orang tuanya.
Joel Arthur Barker menulis dalam Paradigms, “Mengabaikan kekuatan paradigma untuk mempengaruhi pendapat Anda berarti menempatkan diri Anda dalam risiko ketika menjajaki masa depan. Agar mampu membentuk masa depan, Anda harus siap dan mampu mengubah paradigma Anda”.
Pola pikir menggerakkan perilaku kita. Jika Anda ingin melihat pola pikir Anda sendiri dan keluarga serta teman-teman Anda, cobalah mengadakan permainan kartu dengan keluarga selama liburan. Kemungkinan besar orang-orang akan melakukan di sekeliling meja kartu apa yang mereka lakukan dalam hidup mereka. Apakah beberapa orang bersikap jemu? Kompetitif? Santai? Apakah mereka ingin menyelamatkan muka atau bersikap tenang atau apakah mereka mengambil risiko menyinggung perasaan orang lain agar dapat mengendalikan dan mendominasi? Apakah mereka malu-malu atau menguasai? Bagaimana mereka memandang orang lain akan bertindak terhadap mereka? Apakah beberapa orang berpikir mereka akan dimanfaatkan atau dibuat tampak bodoh? Apakah mereka berpikir orang lain bodoh atau berperilaku buruk? Semua perilaku ini mencerminkan pola pikir tertentu, cara melihat diri sendiri, orang lain dan dunia.
Kita dapat mempercayai apa pun yang ingin kita percayai. Dan kita dapat menemukan banyak bukti untuk mendukung keyakinan atau pola pikir apa pun yang kita pilih, jadi kita juga dapat memilih keyakinan yang memperkuat kita dan menggerakkan kita untuk maju. Kita mulai berhasil ketika kita memahami bahwa kita mempunyai sebuah pilihan, karena, pada saat itu kita dapat memilih keyakinan yang membawa kita ke mana kita pergi. William James, bapak psikologi modern, berkata, “Yakinlah bahwa hidup Anda berharga, maka keyakinan Anda akan menciptakan faktanya”.
Agar berhasil, Anda perlu memahami pola pikir Anda. Anda harus membawanya ke tingkat sadar, memerhatikannya dengan baik dan melihat apakah ada sesuatu yang ingin Anda ubah. Jika tidak, keyakinan Anda yang tersembunyi akan mengendalikan Anda. Jika Anda tidak mengetahui pola pikir Anda, Anda tidak dapat melakukan apa pun terhadapnya.
Jika Anda ingin mengubah hasil-hasil Anda, Anda harus mengubah pola pikir Anda.
Pergeseran pola pikir berarti berubah dari satu pola pikir kepada pola pikir yang lain. Dalam Ilmu Sukses, ini berarti beralih dari satu pola pikir yang menghalangi keberhasilan ke cara berpikir yang mendorong dan menarik keberhasilan.
Ketika menggeser pola pikir Anda, Anda beralih ke sebuah permainan baru dan seperangkat aturan yang baru. Ketika permainan Anda dan aturan berubah, seluruh dunia Anda mulai berubah. Anda mulai mengeluarkan energi yang berbeda, sehingga Anda menarik jenis orang-orang dan situasi yang berbeda ke dalam hidup Anda. Ketika Anda mentransformasi pemikiran Anda, Anda mentransformasi dunia Anda. Oliver Wendell Holmes pernah berkata, “Pikiran manusia yang dibentangkan ke sebuah gagasan baru tidak pernah kembali ke dimensi asalnya”.
Banyak orang mengatakan mereka ingin mengubah hidup mereka. Mereka menghadiri ceramah pembicara motivasi atau membuat janji Tahun Baru dan menjadi sangat gembira dengan semua perubahan yang mereka lihat untuk diri mereka sendiri. Atau mereka pergi ke seminar atau membaca buku dan melihat bahwa mereka ingin mulai melakukan hal-hal secara berbeda. Mereka bahkan mungkin melakukan beberapa perubahan dalam beberapa minggu pertama. Tetapi kemudian energi mereka tampak berkurang. Antusiasme mereka merosot. Sebelum Anda mengetahui hal itu, mereka kembali ke dalam rutinitas lama mereka. Ketika ini terjadi, penyebabnya adalah mereka mencoba untuk memanipulasi akibat-akibat dari kehidupan mereka, dan bukannya mencari sebabnya. Mereka mencoba untuk mengubah hasil tanpa mengubah pola pikir mereka.
Untuk memberikan hasil yang dramatis dan permanen, Anda harus mengubah cara berpikir. Jika tidak ada pergeseran pola pikir, setiap perubahan atau perbaikan hanya akan bersifat minimal dan atau berjangka pendek.
 
Maka menurut saya sendiri, shift paradigm itu adalah cara atau pola pikir manusia, bagaimana manusia berfikir, menyelesaikan suatu masalah, dan  cara memandang sesuatu. Seperti yang kita ketahui, manusia adalah mahluk yang mempunyai banyak perbedaan, karena perbedaan itulah makanya manusia memiliki pola berfikir yang berbeda-beda pula.Namun, sekarang adalah bagaimana membuat manusia memiliki cara berfikir yang sama, logis, dan baik.